Pantau Flash
Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Pertama Capai 23 Juta Orang di Indonesia
84,3 Persen Masyarakat Ingin Presiden Tetap Dipilih Rakyat, Bukan MPR
Survei SMRC: 52,9 Persen Warga Indonesia Tolak Jokowi Maju Lagi dalam Pilpres 2024
COVID-19 RI 20 Juni: Kasus Harian Melonjak 13.737 dengan Kasus Kematian 371 Orang
Indonesia Kembali Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin COVID-19 Sinovac

Kata Menlu Retno, Perlindungan WNI di Luar Negeri Semakin Besar

Kata Menlu Retno, Perlindungan WNI di Luar Negeri Semakin Besar Ilustrasi kekerasan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Rapat Koordinasi Pelayanan Publik dan Perlindungan WNI menyampaikan bahwa tantangan untuk memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri ke depannya akan semakin besar, termasuk kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Tantangan pelayanan publik dan perlindungan WNI ke depan akan semakin besar, termasuk kasus TPPO," kata Menlu Retno Marsudi dalam sambutan pembukaan rakor tersebut di Jakarta.

Baca juga: 14 WNI Korban Pengantin Pesanan di China Dipulangkan ke Tanah Air

Menurut Menlu RI, kasus TPPO akan menjadi salah satu tantangan besar dalam perlindungan WNI di luar negeri karena modus operandi dari kejahatan tersebut terus berkembang.

"Banyak modus baru yang dilakukan untuk TPPO, dan harapan masyarakat terhadap kerja pelayanan publik dan perlindungan WNI juga semakin besar," ujar dia.

Untuk memenuhi harapan masyarakat itu, lanjut Retno, diperlukan suatu sistem yang kuat untuk pelayanan publik dan perlindungan WNI di luar negeri.

"Untuk memenuhi harapan masyarakat akan perlindungan WNI caranya adalah membangun suatu sistem yang kuat. Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas dan lupa membangun suatu sistem yang kuat. Sistem kuat dapat membuat siapa pun yang memangku tanggung jawab akan dapat menjalankan tugas dengan baik," jelasnya.

Baca juga: 182 Jamaah Haji Indonesia Ditahan Otoritas Keamanan Arab Saudi

Pada kesempatan itu, Menlu Retno menyebutkan beberapa capaian dalam upaya perlindungan WNI, antara lain sekitar 73.500 kasus WNI di luar negeri yang dapat diselesaikan, 297 WNI yang berhasil diselamatkan dari hukuman mati, 43 WNI berhasil dibebaskan dari penyanderaan.

"Dan sampai saat ini sudah tidak ada kasus warga Indonesia yang disandera di luar negeri," ucap Retno.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: