KBRI Singapura akan Kawal Pemulangan Jenazah PMI Ilegal ke Indonesia

Headline
Kantor KBRI di Singapura. (ANTARA/Naim)

Pantau – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura akan terus mengawal proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Indonesia yang ditemukan di perairan Batu Puteh,  Singapura.

“Betul, kami akan terus mengawal dan kami sudah koordinasi intensif dengan kepolisian Singapura dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri terkait proses pemulangannya,” ujar Kepala Koordinasi Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari, saat dihubungi Antara di Batam Kepulauan Riau, Kamis, (23/6/2022).

Ia menjelaskan, pemulangan jenazah PMI atas nama Lalu Ahmat Sapii umur 38 tahun tinggal mengunggu izin dari pemerintah Singapura.

“Intinya jika sudah ada kejelasan, baik dari pemerintah Indonesia yaitu KBRI Singapura, Kemenlu dan BP2MI dengan Kepolisian Singapura, termasuk ijin pemulangannya yang diberikan oleh pemerintah Singapura, maka kita akan proses pemulangannya,” katanya.

Ratna mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu pihak kepolisian Singapura memeriksa jenazaah Lalu Ahmat Sapii alias Mat warga Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat
(NTB).

“Masih menunggu hasil otopsi dan lain-lainnya dulu,” ungkapnya.

Diberitakan BP2MI Provinsi Kepulauan Riau sudah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan perairan Singapura adalah calon PMI yang hilang di perairan Nongsa, Batam.

“Setelah dilakukan pendalaman terhadap 23 orang PMI korban selamat, bahwa benar jenazah tersebut merupakan salah satu teman mereka yang dinyatakan hilang,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI, Mangiring Sinaga, dari keterangan tertulis yang diterima Antara, di Batam, Kepulauan Riau, Rabu, (22/6/2022).

“Ditemukan juga Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban, Surat Izin Mengemudi (SIM) C milik korban serta KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) yang tidak berlaku lagi diterbitkan 27 Mei 2013 milik korban,” tambah Mangiring

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Firdha Rizki Amalia