Kejagung Periksa Anak, Adik dan Keponakan Buronan Surya Darmadi

Headline
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana. ANTARA/HO-Kejaksaan Agung

Pantau – Tim penyidik Jampidsus Kejagung memeriksa AD, anak dari Surya Darmadi, tersangka kasus dugaan kegiatan Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu yang merugikan negara Rp78 triliun, Kamis (4/8/022).

“AD selaku anak tersangka SD (Surya Darmadi) dan direktur di beberapa anak usaha milik tersangka SD, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan korupsi kegiatan pelaksanaan PT. Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu,” ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Kejagung juga memeriksa 5 saksi lainnya yakni, JRB (staf Bagian Divisi Marketing & Trading PT Darmex Agro Group), SW (adik tersangka SD dan direktur di beberapa anak usaha milik tersangka SD), AF (pengurus logistik PT DPN di Riau sekaligus keponakan tersangka SD), KG (manager PT Darmex Plantation), dan DFS (legal Humas Perkebunan di Indragiri Hulu).

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut,” ujar Kapuspenkum.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan dua orang tersangka yakni eks Bupati Indragiri Hulu, RTR (Raja Thamsir Rachman) dan SD (Surya Darmadi) pemilik PT Duta Palma.

Diduga, Duta Palma Group sampai dengan saat ini tidak memiliki izin pelepasan kawasan hutan dan HGU seluas 37 ribu hektare.

PT Duta Palma Group juga tidak pernah memenuhi kewajiban hukum untuk menyediakan pola kemitraan sebesar 20 persen dari total luas areal kebun yang dikelola sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 11 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007.

Kejagung merilis, berdasarkan perhitungan BPK kasus ini telah merugikan keuangan negara dan perekonomian negara hingga Rp78 triliun. [Laporan Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan