Kejagung Periksa Komisaris Krakatau Steel Terkait Kasus Pembangunan Pabrik

Headline
Logo PT Krakatau Steel (Foto: krakatausteel.com)Logo PT Krakatau Steel (Foto: krakatausteel.com)

Pantau – Dua orang diperiksa tim penyidik Jampidsus Kejagung terkait kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik Blast Furnace Complex BFC PT Krakatau Steel pada 2011, Kamis (11/8/2022).

Mereka adalah, IR (Komisaris PT Krakatau Steel periode 2012), dan HP (Staf Procurement Project PT Krakatau Engineering).

“Diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan korupsi pembangunan pabrik blast furnace oleh PT Krakatau Steel pada tahun 2011,” ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Menurut Kapuspenkum, pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas lima tersangka yang telah ditetapkan ,yakni atas nama tersangka FB, ASS, BP, HW alias RH, dan MR.

Kejagung sebelumnya merilis dugaan kerugian negara dalam kasus Krakatau Steel ini sekitar Rp.6,9 triliun.

Kerugian sebagai akibat dari pelaksanaan perencanaan, tender/lelang, kontrak, dan pelaksanaan pembangunan, telah terjadi penyimpangan.

Sedianya PT. Krakatau Steel (persero) membangun Pabrik Blast Furnace Complex dengan tujuan untuk memajukan industri baja nasional dengan biaya produksi yang lebih murah yakni dengan Batubara, karena dengan menggunakan bahan bakar gas biaya produksi lebih mahal.

Penyimpangan diduga terjadi karena Kontrak pembangunan Pabrik Blast Furnace PT KS dengan sistem turnkey (terima jadi) sesuai dengan kontrak awal Rp. 4,7 Triliun hingga addendum ke-4 membengkak menjadi Rp 6,9 Triliun.

Kontraktor pemenang dan pelaksana yaitu MCC CERI konsorsim dengan PT Krakatau Engineering. [Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni