Kejagung Periksa Petugas Lapangan PT Cahaya Inti Cemerlang Dalami Kasus Korupsi Tanah Limo dan Cinere

Headline
Gedung bundar Kejaksaan AgungGedung bundar Kejaksaan Agung

Pantau – Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa satu orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan oleh anak usaha BUMN Adhi Karya, yakni PT Adhi Persada Realty, Selasa (21/6/2022).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, saksi berinisial J merupakan petugas lapangan dari PT Cahaya Inti Cemerlang.

“Diperiksa terkait dalam melakukan pembebasan tanah yang dibeli oleh PT Adhi Persada Realti yang melakukan komunikasi dengan masyarakat pemilik tanah,” ujarnya.

Diberitakan, Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung mulai mengusut atau melakukan penyidikan umum terkait dugaan korupsi pembelian tanah di kawasan Limo Depok propinsi Jawa Barat, tahun 2012-2013.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Doktor Ketut Sumedana mengatakan, setelah menyelediki kasus nya dan meminta keterangan dari 30 orang terperiksa, pihaknya telah menemukan bukti adanya dugaan korupsi pada proyek pembangunan apartemen yang dikerjakan oleh BUMN PT Adhi Persada Realty anak usaha Adhi Karya.

“ 30 saksi saat melakukan penyelidikan,” ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Menurut Kapuspenkum, selain tanah yang dibebaskan baru mencapai 1,2 hektar, diduga tanah tersebut masih milik pihak atau orang lain dan tidak memiliki akses jalan yang memadai untuk proyek apartemen.

Berawal pada tahun 2012, PT Adhi Persada Realti (PT APR) yang merupakan anak perusahaan PT Adhi Karya (BUMN) melakukan pembelian tanah dari PT Cahaya Inti Cemerlang di daerah Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, dan Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok dengan luas tanah kurang lebih 200.000 m2 atau 20 hektar untuk membangun perumahan atau apartment.

Selain itu, berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, terdapat bagian tanah yang tercatat dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama PT Megapolitan yaitu SHM nomor 46 dan 47 atas nama Sujono Barak Rimba,” sambung dia.

Selanjutnya, Ketut menambah, PT Adhi Persada Realti (PT APR) telah melakukan pembayaran kepada PT Cahaya Inti Cemerlang melalui rekening notaris dan diteruskan ke rekening pribadi Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Cahaya Inti Cemerlang dan dana operasional.

“Terhadap pembayaran tersebut, PT. Adhi Persada Realti (PT APR) baru memperoleh tanah sebagaimana dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 5316 an. PT APR seluas ±12.595 m2 atau sekitar 1,2 hektar dari 20 hektar yang diperjanjikan,” tambahnya.

Menurut ketut, sisa tanah seluas 18,8 hektar masih dalam penguasaan orang lain (masih status sengketa) sehingga sampai saat ini, tidak bisa dilakukan pengalihan hak kepemilikan.

Kapuspenkum mengungkapkan, dalam kasus ini pihaknya telah menemukan adanya dugaan dan indikasi kerugian keuangan negara oleh PT Adhi Persada Realty tersebut.

“Bahwa terdapat indikasi kerugian keuangan negara dari pembelian tanah oleh PT Adhi Persada Realti dari PT Cahaya Inti Cemerlang,” ucapnya.
[Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni