Kejagung Periksa Vendor dan Subkon Proyek Pabrik BFC Krakatau Steel

Headline
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Ketut Sumedana. (Foto: ANTARA)

Pantau – Tim penyidik pada Jampidsus memeriksa dua saksi kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik Blast Furnace Complex (BFC) di PT Krakatau Steel pada 2011.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan pihaknya memeriksa Vendor dan Subkon pelaksana pembangunan pabrik di Krakatau steel.

“Memeriksa 2 (dua) orang saksi yang terkait dengan dugaan Korupsi proyek pembangunan Pabrik Blast Furnace oleh PT Krakatau Steel,” ujarnya, Rabu (29/6/2022).

Dua orang saksi tersebut adalah, VS (Dirut PT Victorindo Inti Cemerlang) dan RRH (Dirut PT. SCG Ready Mix Indonesia).

Menurut Kapuspenkum, penyidik meminta penjelasan kepada saksi VS selaku Dirut PT Victorindo yang menjadi vendor PT KS pada 2013-2016.

Antaralain memasok Pipa & Fitting UPVC, Matrial Stud Bolt & Dog Bolt, Railway, Travelling Rail, Paket Railway Hot Metal, Cable Electrical & Instrument.

Kemudian Outstanding Material, Rail Crane, Counter Sunk Bolt, Nut & Washer dan material lainnya pada seluruh area BFC Project.

“Sejumlah 68 kontrak dalam bentuk PO (Purchase Order) dengan nilai Rp 24.032.903.463 dan USD 3.795.514,33 dan jumlah yang dibayarkan PT Krakatau Engineering ke rekening PT Victorindo Inti Cemerlang sebesar Rp30.405.674.837.-,” ujarnya.

Sementara kesaksian RRH (Dirut PT SCG Ready Mix Indonesia) dalam kapasitasnya selaku subkon dari Kontraktor Pelaksana PT. Krakatau Engineering untuk pembangunan BFC PT. Krakatau Steel. (Laporan: Syrudatin)

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih