Kemendag Perkuat Perdagangan Domestik Demi Stabilitas Ekonomi

Headline

Pantau – Untuk mendorong stabilitas ekonomi Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat perdagangan dalam negeri. Kemendag fokus pada penguatan kinerja perdagangan lewat digitalisasi untuk mendorong transparansi dan efisiensi.

“Penerapan digitalisasi pada perdagangan Minyak Goreng Curah (MGC) Rp 14.000 per liter dengan menggunakan aplikasi digital akan diberlakukan,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (BPPP) Kasan di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Dirinya menyampaikan dalam seminar web Diseminasi Hasil Analisis #2 Tahun 2022 yang digelar secara hibrida di Hotel Novotel, Semarang, Jawa Tengah. Dengan mengungsung tema “Penguatan Perdagangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global”.

Dalam acara tersebut, hadir pula kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo. Ia membuka acara dan bertindak sebagai moderator Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri Dharmayugo Hermansyah.

Melansir dari Antara, Kementerian Perdagangan juga mengafirmasi gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dengan berkampanye secara intensif melalui berbagai promosi dan pameran di ritel modern dan lokapasar.

BBI diharapkan mampu mendorong pemulihan kinerja UMKM dan konsumsi masyarakat. Pemulihan konsumsi masyarakat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,01 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I-2022.

“Seiring pengendalian pandemi Covid-19 serta peningkatan kinerja perdagangan di dalam negeri, pertumbuhan sektor perdagangan dapat mencapai 5,71 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I-2022. Pertumbuhan diperkirakan berlanjut pada kuartal II mengingat sejumlah indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) masih terus menunjukkan optimisme,” tambah Kasan.

Kemudian, Kementerian Perdagangan juga terus melakukan penguatan peran Indonesia dalam kerja sama perdagangan Indonesia melalui Presidensi G20 pada 2022 untuk menjaga kinerja dalam negeri.

Sesuai tema yang diangkat yaitu “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global karena berdampak besar pada stabilitas ekonomi semua negara, termasuk Indonesia.

Terkait inflasi, meskipun di beberapa negara mengalami lonjakan, inflasi Indonesia hingga Mei 2022 masih terjaga di bawah target pemerintah, yaitu 4 persen,” kata Kasan.

Menurutnya, dunia tengah dihadapkan pada situasi ekonomi dan politik dengan ketidakpastian global. Maka ia merasa capaian positif Indonesia harus dijaga dan terus diperkuat

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Reporter
Renalya Arinda