Kemendagri Jawab Tudingan Andi Arief soal ‘Utusan Jokowi’ Minta Jabatan Wagub Papua

Headline
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Deni Hardimansyah/Pantau.com)Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Deni Hardimansyah/Pantau.com)

Pantau – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjawab tudingan politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut ada utusan Presiden Joko Widodo menemui Demokrat untuk meminta agar jabatan wakil gubernur Papua diisi ‘orangnya Jokowi’.

Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, menilai pernyataan Andi Arief tidak logis.

“Pertama, tidak benar bahwa ada utusan Presiden Jokowi yang pernah datang ke Partai Demokrat untuk merundingkan jabatan wakil gubernur Provinsi Papua,” ujar Kastorius dalam keterangannya, Sabtu (24/9/2022).

Kastorius menjelaskan jarak antara meninggalnya Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dengan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka korupsi berjarak satu tahun. Diketahui, Klemen meninggal pada Mei 2021, sementara Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 5 September 2022.

Menurut Kastorius, Andi Arief merangkai pernyataannya secara insinuatif dengan mengatakan ada hubungan peristwa tersebut dengan langkah KPK dalam menetapkan Gubernur Lukas Enembe sebagai tersangka.

“Artinya, seolah-olah penetapan tersangka LE merupakan rekayasa politik yang berhubungan dengan persoalan pengisian jabatan wakil gubernur Provinsi Papua,” ujar Kastorius.

Kastorius mengatakan pihaknya sudah menghubungi Andi Arief. Menurutnya, kepada pihak Kemendagri, Andi Arief menyampaikan keterangan yang baru terkait isu itu.

“Saudara Andi Arief telah meralat pernyataannya dengan mengatakan yang datang ke Partai Demokrat adalah oknum partai tertentu dan bukan utusan resmi Presiden Jokowi,” kata Kastorius.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut ada orang yang mengaku sebagai utusan Presiden Jokowi meminta posisi wakil gubernur Papua diberikan kepada orang dekat Istana.

“(Permintaan disampaikan) melalui Pak Lukas dan melalui teman-teman di DPP (Partai Demokrat),” ujar Andi dilansir Kompas.com, Sabtu (24/9/2022).

Andi Arief tidak menampik bahwa orang yang diajukan untuk menjadi wakil gubernur Papua adalah mantan Kapolda Papua yang saat ini menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw.

Namun, menurut Andi, kala itu pihaknya tidak mengakomodasi permintaan itu. Sebab, Partai Demokrat mengajukan kadernya sendiri yakni Yunus Wonda.

“Jawaban kami, kalau Pak Yunus Wonda mundur, enggak mungkin, karena itu kader kami. Tapi kalau mau bertarung, silakan dapatkan (restu) dari partai-partai (pengusung) lain,” kata Andi.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Aries Setiawan