Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

Kemendikbud Sudah Memulai Data Sekolah Rusak Pasca Banjir?

Kemendikbud Sudah Memulai Data Sekolah Rusak Pasca Banjir? Suasana kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Jakarta pada Senin (6/1/2020), hari pertama sekolah setelah banjir melanda sebagian wilayah DKI Jakarta. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Pantau.com - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melakukan sensus sekolah rusak.

"Sensus ini merupakan kebutuhan, untuk mengetahui mana gedung-gedung sekolah yang tidak memenuhi standar dan mana yang sudah memenuhi standar," ujar Huda di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Ia menambahkan sensus itu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus sekolah ambruk yang menyebabkan siswa dan guru menjadi korban.

Baca juga: Masih Terisolir, Pelajar di Lebaksitu Sudah Seminggu Tak Bersekolah

Untuk itu, Huda meminta agar dilakukan sensus untuk mengetahui dimana saja gedung sekolah yang sudah ambruk, yang berpotensi ambruk, maupun yang dalam kondisi bagus.

"Bagi sekolah yang ambruk dan berpotensi ambruk diharapkan segera dilakukan revitalisasi," tambah politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Huda meminta agar sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak belajar, maupun bagi guru dalam mengajar. Selain itu, dia juga meminta agar pembangunan sekolah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur. "Jangan sekedar membangun saja, harus sesuai dengan standar yang ada," imbuh dia.

Baca juga: DPR Minta Kemendikbud Segera Data Sekolah Terdampak Banjir

Melalui sensus sekolah rusak tersebut, Huda juga meminta agar bisa dilakukan tindakan pencegahan jika ditemukan kondisi bangunan sekolah yang tidak layak.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan sensus terhadap sekolah rusak akan dilakukan pada 2020. Sensus itu dilakukan bersama dengan Dinas Pendidikan di daerah.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: