Pantau Flash
Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jabat Wakasad
Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Malam Ini hingga Besok: Jabodetabek Siaga Banjir
Protokol Baru WNA-WNI Masuk Indonesia: Wajib Karantina 5 Hari
Bea Cukai Bekali Satgas TNI di Perbatasan

Kemenhub Sebut Kemungkinan Akan Buat Underpass di Perlintasan KA Bukit Duri

Kemenhub Sebut Kemungkinan Akan Buat Underpass di Perlintasan KA Bukit Duri Suasana arus lalu lintas di perlintasan kereta sebidang yang berlokasi di Bukit Duri, Manggarai, Jakarta pada Selasa (17/9/2019). (Foto: Antara/Aji Cakti)

Pantau.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai kemungkinan akan dibangun jalan bawah tanah atau underpass di perlintasan kereta api sebidang di Bukit Duri, Manggarai.

"Untuk pelintasan kereta api tidak sebidang di Bukit Duri, Manggarai, Jakarta, kemungkinan akan menghadapi kendala pembebasan lahan. Tapi kita akan coba nanti, mudah-mudahan bisa dibuatkan sepertinya underpass, karena daerahnya lurus," ujar Direktur Keselamatan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zamrides di pelintasan kereta sebidang Bukit Duri, Manggarai, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Baca juga:  Penumpang Keluhkan Stasiun Bekasi Tutup Layanan Kereta Bandara

Berdasarkan pantauan di lapangan, perlintasan kereta sebidang di Bukit Duri merupakan salah satu pelintasan sebidang dengan arus lalu lintas yang cukup padat di Jakarta.

Pelintasan kereta api tersebut juga dilalui perjalanan kereta setiap menitnya karena pelintasan itu tepat berada di antara dua stasiun kereta yakni Stasiun Manggarai dan Stasiun Tebet.

Baca juga: 5 Stasiun Kereta Terseram di Indonesia, dari Rintihan Hingga Penampakkan

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat 48 pelintasan kereta api sebidang liar yang akan ditutup.

"Seperti pada tahun lalu terdapat 48 pelintasan kereta sebidang liar yang kami tutup, tahun ini tidak akan jauh seperti tahun lalu," ujar Dadan.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: