Pantau Flash
Komisi III DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Pagi Ini
PSSI Bahas Dua Agenda dalam Rapat Exco 22 Januari, Apa Saja?
Cuaca Tak Menentu, Pemkab Bogor Larang Korban Banjir Bandang Puncak Pulang
Antam Klaim Tak Bersalah Soal Transaksi Emas di Surabaya dan Akan Banding
Eksportir Sambut Positif Dukungan Kuat Pemerintah untuk Sarang Burung Walet

Kemensos Nonaktifkan PBI BPJS, Nyawa Pasien Miskin Gagal Ginjal Terancam

Kemensos Nonaktifkan PBI BPJS, Nyawa Pasien Miskin Gagal Ginjal Terancam Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat (Foto: Instagram/BPJS Kesehatan RI)

Pantau.com - Kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifan 5.227.852 orang dari daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memakan korban. Salah seorang pasien gagal ginjal tiba-tiba tidak bisa melakukan cuci darah karena kartu BPJS PBI-nya sudah dinonaktifkan.

Tony Samosir, Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mengecam kebijakan Kemensos yang tidak melakukan validasi data atau memberitahu terlebih dahulu kepada peserta BPJS PBI.

"Kementerian Sosial main putus begitu saja. Ternyata yang diputus ini pasien cuci darah. Pasien yang tidak bisa cuci darah akan mengancam keselamatan nyawa pasien. Kementerian Sosial harus hati-hati dalam menjalankan kebijakan ini," kata Tony.

Baca juga: Teruntuk Sri Mulyani CS, Kenaikan Iuran BPJS Dinilai Tak Atasi Defisit

Tony menuturkan, pasien yang tidak bisa cuci darah itu bernama Bariyadi (48) dari Klaten, Jawa Tengah, dalam kondisi sesak nafas dan tubuh membengkak karena kelebihan cairan. Bariyadi melakukan cuci darah rutin di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

"Tadi saya komunikasi dengan istri pasien, Endang, bahwa suaminya tidak bisa cuci darah dari hari Rabu (4/19). Keluarga sudah ke kantor BPJS, namun disuruh mengurus ke BPJS Mandiri dan harus deposit uang ke Bank sebesar Rp500 ribu. Masalahnya pasien tak ada uang. Ini suaminya pasien pengangguran, tulang punggung keluarga hanya istri yang bekerja sebagai buruh pabrik. Harusnya semua orang mempunyai hak mendapat pelayanan kesehatan, walaupun itu dari kalangan kurang mampu,", kata Tony

Baca juga: DPRD Jawa Barat: Tak Bijak Defisit BPJS Kesehatan Dibebankan ke Masyarakat

Lebih lanjut Tony mengungkapkan bahwa keluarga pasien juga dibantu oleh kelurahan setempat telah mendatangi kantor Dinas Sosial untuk mengaktifkan kembali BPJS PBI agar bisa cuci darah.

"Tadi keluarga bersama lurah ke kantor Dinas Sosial, namun tak ada hasil. Pasien pun tidak bisa cuci darah sampai detik ini. Jadwal cuci darahnya hari Rabu dan Sabtu. Berarti sudah 2 (dua) hari pasien ini tidak cuci darah. Bila sampai terjadi kematian pada si pasien, KPCDI akan melakukan langkah hukum", tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kementerian Sosial melakukan kebijakan menonaktifkan BPJS PBI yang jumlahnya cukup banyak. Penonaktifan tersebut sebagai bagian dari pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: