Kementerian ESDM Edukasi Generasi Muda Sukseskan Transisi Energi

Headline
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima kunjungan mahasiswa dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (16/11/2022). (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima kunjungan mahasiswa dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (16/11). Kunjungan tersebut bertujuan sebagai salah satu sarana edukasi kepada para mahasiswa ESL, terkait kebijakan Kementerian ESDM, yaitu transisi energi yang lantang digaungkan belakangan ini.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, memaparkan bahwa tren kebijakan energi global saat ini bergerak ke masa transisi, dari energi fosil menuju energi yang lebih bersih dan sedikit atau tidak menghasilkan emisi karbon.

“Indonesia telah menetapkan target mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat,” ujarnya saat memberikan sambutan selamat datang kepada mahasiswa ESL tersebut, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (18/11/2022).

Untuk mencapai target NZE tersebut, lanjut Agung, pemerintah telah membuat roadmap transisi energi hingga tahun 2060, yang dibagi menjadi beberapa tahap per lima tahun.

Adapun, Agung menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi transisi energi, diantaranya yaitu menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan pembangkit listrik yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) secara masif, mengonversikan motor konvensional menjadi motor listrik, pemanfaatan biodiesel dari kelapa sawit, penggunaan teknologi cofiring biomassa pada PLTU, serta pengembangan teknologi CCS/CCUS untuk mencapai keseimbangan antara target produksi gas dan penurunan emisi.

Untuk itu, Agung berharap kepada para milenial ESL IPB bisa ikut berkontribusi terhadap transisi energi, karena proses itu tidak mungkin dilakukan dengan usaha pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak.

“Efisiensi dalam penggunaan energi merupakan salah satu cara melaksanakan transisi energi yang paling mudah, seperti dengan mematikan lampu ketika tidak digunakan,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia