Pantau Flash
WADA Menyetujui Reformasi untuk Meningkatkan Representasi Atlet
Seorang Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pemukulan Perwira Polisi, Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Tambahan
Kemenkes Perkirakan OTG dan Terkonfirmasi COVID-19 Capai 16 Juta Orang
Dinilai Berjasa Percepatan Vaksinasi Covid-19 dan Penurunan Tarif PCR, Menkes Budi Raih Penghargaan 'People Of The Year 2021'
Kominfo Imbau Waspada Hoaks COVID-19

Kericuhan di Deiyai Papua Bermula dari Pendemo yang Rebut Senjata TNI

Kericuhan di Deiyai Papua Bermula dari Pendemo yang Rebut Senjata TNI Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menyebut dari laporan yang diterima, terungkap senjata api milik TNI AD yang diambil massa pendemo digunakan untuk menyerang aparat keamanan di Deiyai hingga terjadinya kontak senjata.

Berdasarkan laporan yang diterima, 10 pucuk senpi jenis SS 1 yang diambil pendemo setelah membunuh anggota TNI digunakan menyerang dan menembaki aparat keamanan.

“Kontak tembak tidak bisa dihindari karena massa pendemo sudah menyerang anggota,” kata Kamal di Jayapura, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Amien Rais Khawatir Ada Efek Domino Jika Papua Lepas dari Indonesia

Ia menuturkan, awalnya aksi demo berjalan aman namun tiba-tiba sekitar 1.000an warga bergabung dan beberapa pendemo melakukan penyerangan ke aparat keamanan hingga menyebabkan satu anggota TNI AD meninggal dan 10 pucuk senpinya diambil pendemo.

Dalam insiden tersebut tercatat satu anggota TNI AD meninggal dan enam anggota TNI-Polri terluka .

Baca juga: Nilai Bantuan Luar Tak Tepat, Fadli Minta Presiden Segera Blusukan ke Papua

Ketika ditanya tentang jumlah korban dari pendemo meninggal dalam insiden tersebut, Kamal mengatakan, pendemo yang meninggal tercatat empat orang dan 16 luka-luka.

Penyidik Polres Paniai telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: