Pantau Flash
Kasus Positif Virus Korona di RI Bertambah 11.788, Total Jadi 989.262
Mengejutkan! Ternyata Ini Rahasia Jitu yang Membuat Baduy Nihil Kasus Korona
Cerita Perajin Tenun di Kalbar Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
UFC: Conor McGregor Tersungkur KO pada Ronde Kedua!
Pelatih Persib Berharap Komposisi Pemain Asing Tak Berubah

Kericuhan di Deiyai Papua Bermula dari Pendemo yang Rebut Senjata TNI

Kericuhan di Deiyai Papua Bermula dari Pendemo yang Rebut Senjata TNI Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menyebut dari laporan yang diterima, terungkap senjata api milik TNI AD yang diambil massa pendemo digunakan untuk menyerang aparat keamanan di Deiyai hingga terjadinya kontak senjata.

Berdasarkan laporan yang diterima, 10 pucuk senpi jenis SS 1 yang diambil pendemo setelah membunuh anggota TNI digunakan menyerang dan menembaki aparat keamanan.

“Kontak tembak tidak bisa dihindari karena massa pendemo sudah menyerang anggota,” kata Kamal di Jayapura, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Amien Rais Khawatir Ada Efek Domino Jika Papua Lepas dari Indonesia

Ia menuturkan, awalnya aksi demo berjalan aman namun tiba-tiba sekitar 1.000an warga bergabung dan beberapa pendemo melakukan penyerangan ke aparat keamanan hingga menyebabkan satu anggota TNI AD meninggal dan 10 pucuk senpinya diambil pendemo.

Dalam insiden tersebut tercatat satu anggota TNI AD meninggal dan enam anggota TNI-Polri terluka .

Baca juga: Nilai Bantuan Luar Tak Tepat, Fadli Minta Presiden Segera Blusukan ke Papua

Ketika ditanya tentang jumlah korban dari pendemo meninggal dalam insiden tersebut, Kamal mengatakan, pendemo yang meninggal tercatat empat orang dan 16 luka-luka.

Penyidik Polres Paniai telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: