Pantau Flash
Korban Tewas Akibat Virus Korona Melonjak hingga 80 Orang
Seorang Wisatawan di Raja Ampat Diduga Terjangkit Virus Korona
Legenda Pebasket Dunia Kobe Bryant Meninggal karena Kecelakaan Helikopter
Harga Cabai Merah di Bengkulu Tembus Rp50 Ribu per Kilogram
Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa di Turki Berjumlah 35 Orang

Kesal Kerap Ditagih Utang Jadi Motif Pemuda Nekat Bakar Nenek di Garut

Headline
Kesal Kerap Ditagih Utang Jadi Motif Pemuda Nekat Bakar Nenek di Garut Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Kepolisian Resor Garut menangkap seorang pemuda yang menganiaya lalu membakar seorang nenek hingga tewas di sebuah gubuk di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Pelaku berhasil kami tangkap, Minggu malam (15/9) setelah dapat informasi bahwa pelaku lari ke Cibiuk," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kepada wartawan di Garut, Senin (16/9/2019).

Baca Juga: 5 Kasus Pembunuhan Misterius di Indonesia yang Belum Terungkap

Ia menuturkan, tersangka inisial AA (22) melarikan diri setelah membakar seorang nenek bernama Iyah (60) hingga tewas di gubuk tidak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Sabtu, 14 September 2019.

Menurutnya, tersangka mengawali aksinya dengan membacok korban, lalu membawa korban ke sebuah gubuk kemudian dibakar hingga akhirnya tewas.

"Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, setelah memadamkan api," ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaku dengan korban tidak ada ikatan saudara melainkan hanya warga satu desa beda kampung.

Aksi nekad pelaku itu, kata Maradona, masih terus didalami, hasil pengakuan sementara karena kesal terus-terusan ditagih utang.

"Jadi kesal karena ditagih terus," katanya.

Baca Juga: Dua Pembunuh Karyawan Alfamart Diciduk, Ternyata Pelaku Teman Dekat Korban

Akibat perbuatannya itu, tersangka mendekam di sel tahanan Markas Polres Garut untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa golok yang digunakan untuk membacok korban, kemudian sarung tangan kain warna putih, karung, sepatu, topi, dan ranting kayu bekas pembakaran.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: