Pantau Flash
ABK WNI Disiksa di Kapal China, Komisi IX Minta Pemerintah Tuntaskan
Sultan HB X: Warga Merapi Tak Perlu Diajari Erupsi, Mereka Lebih Paham
Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai 1,57 Persen
Pengelola: Ancol Direklamasi Agar Tetap Bertahan di Dunia Rekreasi
Masjid Istiqlal Tak Akan Gelar Salat Idul Adha

Ketua DPR Yakin Kerusuhan di Papua Ditunggangi Pihak Asing

Headline
Ketua DPR Yakin Kerusuhan di Papua Ditunggangi Pihak Asing Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan sejak awal dirinya sudah menduga bahwa kerusuhan yang terjadi di Papua itu ditunggangi oleh pihak asing. Menurutnya, pihak asing tersebut sengaja memang ingin memisahkan Papua dari Indonesia.

"Ya itu sudah pasti. Dari awal konflik ini saya anggap memang ada penumpang-penumpang gelap, terutama yang kita cium dari pihak asing yang ingin memisahkan Papua dengan Indonesia," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

Baca Juga: Tito Karnavian Soal Papua: TNI-Polri Siap Dialog dalam Koridor NKRI

Bamsoet pun mengaku sangat menyesalkan terjadinya kasus rasisme yang terjadi di Surabaya dan Malang yang menjadi awal terjadinya kerusuhan.

"Maka kita berharap tidak terjadi lagi karena bagaimana pun Papua adalah bagian dari Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Bamsoet mengklaim bahwa saat ini situasi di Papua sudah kondusif. Ia pun berharap tidak ada yang perlu lagi dipersoalkan.

"Panglima TNI dan Kapolri sudah ada di Papua, untuk menyelesaikan masalah-masalah konflik di sana. Dan kita berharap itu bisa selesai secara permanen," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa Papua kembali mengibarkan Bendera Bintang Kejora saat berunjuk rasa menuntut referendum di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Mereka juga meminta Presiden Jokowi agar menemui massa.

Baca Juga: Persoalan di Papua Sebaiknya Tak Pakai Pendekatan Militer

Bendera Bintang Kejora juga sempat dikibarkan di depan Istana Negara oleh massa dari Papua yang berunjuk rasa.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: