Ketua DPRD DKI Temukan Helipad Ilegal di Kepulauan Seribu, Begini Kata Bupati

Headline
(Foto: Agusta Westland AW-101)Ilustrasi. Foto: Agusta Westland AW-101)

Pantau – Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menemukan adanya helipad ilegal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kepulauan Seribu pada Kamis (30/6/2022) sekitar pukul 11.15 WIB. Atas penemuan tersebut Bupati Kepulauan Seribu Junaedi dipanggil oleh DPRD DKI.

Presetyo membenarkan adanya penemuan helipad tanpa izin di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu.

“Benar. Ada helipad yang tidak lapor ke kita. Kalau tidak datang kesini, kita enggak tahu di sini ada helipad. Helipad siluman ini, ilegal,” kata Prasetyo di Pulau Panjang, Kamis (30/6/2022).

Sementara itu, Junaedi membantah kabar helipad tersebut tidak memiliki izin atau ilegal. Ia mengatakan helipad itu rencananya akan dibuat helipad pada kepemimpinan bupati sebelumnya.

“Bukan ilegal. Dulu rencananya tahun 2005 kalo enggak salah, mau dibangun helipad. Sebenarnya itu kami disana membangun suatu destinasi wisata, karena kan pulau seribu sebagai tujuan wisata. Jadi dipercantik agar pada mau datang,” kata Junaedi.

“Sebenarnya nggak fokus helipad, cuma dulu pernah akan dijadikan helipad. Sehingga untuk menarik wisatawan kita cat pada saat bupatinya Rachman Andit yang bermasalah. Itu enggak boleh, karena bukan kewenangan bupati,” sambungnya.

Junaedi menyatakan siap memenuhi panggilan DPRD DKI Jakarta jika dimintai keterangan terkait adanya helipad ilegal tersebut.

“Saya siap memenuhi panggilan, saya jelaskan. Tugas saya membangun, saya tegaskan sekali lagi bandara itu hanya percantikan saja kan menarik,” pungkasnya

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda