Pantau Flash
2.345 Orang di China Meninggal Akibat Virus Korona
Jubir Presiden Jokowi Evakuasi WNI dari Yokohama Segera Dilakukan
PGRI Ungkap Pentingnya Pendidikan Moral Pancasila Dihidupkan Kembali
Kemenkes Khawatir WNI di Diamond Princess Terjangkit Korona Tanpa Gejala
Kemenhub Siapkan Payung Hukum untuk Sepeda Listrik

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Imam Nahrawi

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Imam Nahrawi Imam Nahrawi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018 dengan tersangka Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Dalam jadwal pemeriksaan KPK, yang bersangkutan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta.

"Yang bersangkutan diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IMR terkait tindak pidana korupsi suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: KPK Panggil Wakil Bendahara KONI Terkait Kasus Imam Nahrawi

Selain Hasbiallah, KPK juga memanggil satu saksi lainnya untuk tersangka Imam, yaitu Thamrin dari unsur swasta.

Untuk diketahui, KPK pada Rabu (18/9) telah menetapkan Imam dan Miftahul Ulum (MIU) selaku asisten pribadinya sebagai tersangka.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan "commitment fee" atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Baca juga: KPK Periksa Imam Nahrawi Sebagai Saksi Miftahul Ulum

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Selain itu, tersangka Imam juga telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Hakim Tunggal Elfian dalam putusannya yang dibacakan, Selasa (12/11) menolak seluruh permohonan praperadilan Imam.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: