Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Kisah Nyata Misteri Dusun Legetang, Hilang Sekejap bak Desa Sodom Gamorah

Kisah Nyata Misteri Dusun Legetang, Hilang Sekejap bak Desa Sodom Gamorah Dusun Legetang. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - 65 tahun silam tepat pada tanggal 16 April ada sebuah Dusun bernama Legetang yang hilang dalam sekejap dihantam longsor setelah sebuah dentuman keras menyambar. Tepatnya di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Konon katanya, Dusun Legetang itu hilang ditelan bumi karena laknat Allah SWT. 

Ya, saat itu seperti biasanya, seluruh manusia yang berada di Dusun itu larut dalam nafsu syahwat yang memuncak. Penari lengger menggoda seluruh warga. Asap dupa, rokok, serta minuman keras.

Seketika rintik air turun hingga berubah menjadi hujan lebat disertai petir yang menggelagar menyambar. Dan terjadilah peristiwa mengerikan itu. Keesokan harinya, masyarakat disekitar dukuh Legetang mengatakan puncak Gunung Pengamun-Amun terbelah, yang belahannya yang satu menimbun Dusun Legetang. 

351 orang yang tertimbun meninggal. Dusun Legetang yang tadinya berbentuk lembah, berubah menjadi bukit akibat timbunan itu.

Baca juga: Jangan Lupa Sejarah! Ini Deretan Kerajaan Tertua yang Menghuni Indonesia


Peta Dusun Legetang yang menjadi bukit.

Dikutip dari berbagai sumber, salah seorang saksi tragedi Legetang bernama Suhuri ikut menceritakan kejadian mengerikan kala itu. Warga Pekasiran RT 03/04 itu mengatakan, petaka itu terjadi pada pukul 23.00 WIB. Ia mengatakan, jika kakaknya bersama sang istri dan 6 orang anaknya turut menjadi korban peristiwa itu.

Lenyapnya desa Legetang dan penghuninya juga menyimpan misteri. Suhuri menjelaskan, pasca kejadian mengerikan itu turut mengiringi gemparnya hal itu. Tak ada sedikit pun bagian rumah yang kelihatan, tanda-tanda kehidupan penghuninya juga tak ada.

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (QS Al Mulk 67: 16).

Kisah ini serupa sebagaimana kaum Sodom Gomorah yang ditimbun oleh ledakan dahsyat Gunung Pompey dalam sekejap. Bahkan dari sisa-sisa bekas reruntuhan saat ini masih tergambar jelas ketika kaum Sodom Gomorah sedang dalam posisi berzina tiba-tiba tertimbun tanah gunung dan material vulkanik.

Baca juga: 5 Masjid Paling Bersejarah di Indonesia, Bahkan Kokoh Dihantam Tsunami

Legetang Kini


Masjid kini menjadi pemandangan di bekas longsor Dusun Legetang. (Foto: Istimewa)

Setelah kejadian itu, warga pun kini sudah mulai mengurusi timbunan tanah itu. Tembakau menjadi budidaya warga sekitaran lereng itu. Kemudian, ada pula jagung, kol serta wortel yang turut jadi komoditi wilayah sekitaran Dieng itu.

Suasana pun kini disebutkan lebih religius. Pembangunan masjid, pesantren, serta kegiatan-kegiatan ke-Islaman menjadi saksi jika kegiatan pemuas syahwat yang dilakuno masyarakaty Dusun Legetang sudah ditinggalkan.


Sayuran yang kini ditanami warga. (Foto: Istimewa)

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta