Pantau Flash
Tok! Pemerintah Kurangi Libur Cuti Bersama Akhir Tahun Sebanyak 3 Hari
Presiden Jokowi Tegaskan Belanja Anggaran 2021 Direalisasikan Awal Januari
Edhy Prabowo Tersangka, 40 Eksportir Benur Akan Diperiksa
Benny Wenda Jabat Presiden Pemerintahan Sementara Papua Barat
COVID-19 RI Awal Desember: 543.975 Kasus Positif, 454.879 Pasien Sembuh

KITA Sukses Gelar Munas di Momen Sumpah Pemuda

KITA Sukses Gelar Munas di Momen Sumpah Pemuda Acara Munas KITA di Hotel Preanger Bandung, Rabu (28/10/2020). (Foto: Istimewa)

Pantau.comKerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), sukses menggelar musyawarah nasional di Hotel Preanger Bandung, Rabu (28/10/2020). Peserta dari perwakilan seluruh Indonesia turut hadir mengikuti Munas yang digelar bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda.

Di sela Munas, Ketua Umun KITA, KH Maman Imanulhaq dan Sekjen Ayeb Zaki mengungkapkan, Munas ini membahas visi Indonesia KITA, refleksi satu tahun Jokowi-Amin, serta mendengar laporan dari 45 Dewan Perwakilan KITA dari seluruh Indonesia. Laporan akan disampaikan perwakilan dari Medan, Banten, Cirebon, Jogjakarta, Pontianak, Papua, Bandung, Kupang, dan Jakarta.

Baca juga: Jokowi Sebut Kunci Menuju Indonesia Maju Hanya Satu

Sementara itu Ketua Majelis Hikmah KITA, Taufik Rahzen, menyampaikan bahwa ini wacana budaya bertema “Menenun Keselarasan Besar: KITA, Cita, Cipta”.

Taufik Rahzen menyatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang menenun kembali kesadarannya. Kain sosial yang digunakan selama ini, kian lusuh dan tersobek. Kain budaya yang dirajut turun temurun dari generasi ke generasi, kini terbilas oleh wabah, tercemar oleh kecemasan dan kehilangan asa. Putus asa, kita membutuhkan pakaian yang baru.

“Kita hadir di tempat ini, sesungguhnya sedang menenun kembali kesadaran baru, dengan corak dan pola yang belum ada bentuknya. Pola yang disusun bersama, mencari corak sambil bekerja, menjahit sambil memakainya. Normalitas baru membutuhkan moralitas baru. Sebagaimana kewajaran baru memerlukan tata-ajar dan ajaran baru,” kata Taufik.

Sebagai gerakan yang lahir karena jiwa di zamannya, KITA tercebur untuk mengambil prakarsa dalam apa yang disebut sebagai  Nawakarsa.


Ada sembilan karsa yang dipaparkan Taufik Rahzen. Antara lain, karsa untuk membangun kembali dunia. Pandemi dunia membangkitkan kembali ingatan pada pidato Soekarno di PBB 1960, tentang penyusunan kembali tatanan dunia yang lebih inklusif dan berdaya cipta. Pancasila dilihat sebagai jalan tengah bagi tatapan bersama.


Karsa Wirajiwa

Pada karsa ekonomi kehidupan dan jaminan kebutuhan dasar, Taufik menyebutnya sebagai ekonomi yang berpusat pada manusia yang menjaga kehidupan segala makhluk.

Mempertimbangkan hak generasi yang akan datang, dan hak bumi untuk melakukan regenerasi. Mendorong tersusunnya jaminan kebutuhan dasar.


Taufik juga mengungkapkan karsa wirajiwa. Dijelaskannya, para wirajiwa adalah mereka yang menenun keselarasan besar, yang menjaga kesejajaran antara yang lahir dan yang batin, antara tubuh dan roh, antara individu dan masyarakat, antara masa lampau dan masa depan. Mereka yang selalu menciptakan masyarakat terbayang , untuk menjaga kehidupan melewati bencana dan tantangan.

Tak hanya itu, Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Bendahara Umum KITA, Camelia Panduwinata Lubis atau yang dikenal luas dengan nama Camel Petir mengungkapkan harapannya agar ke depan KITA bisa menjadi suatu mitra bagi pemerintah dalam membangun negara, mengkritisi kinerja pemerintah dengan cara yang baik dan benar serta membantu memberikan solusi yang tepat.

Camel yang dikenal sebagai seorang artis, politikus, dan pengusaha di bidang alat berat ini optimistis Indonesia ke depan bisa maju dan membangun bangsa.

Baca juga: MPR Nilai Peningkatan Peran Perempuan di Parlemen Perlu Dukungan Semua

Di sela kegiatan Munas, para peserta juga diajak berjalan kaki dari Hotel Grand Preanger Jalan Asia Afrika menuju Gedung Majestik di Jalan Braga, dalam kegiatan yang bertema “Historical Walk at Asia Afrika”.

"Munas ini digelar sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda dan 100 tahun Gedung Majestik. Kita juga melakukan Historical Walk at Asia Afrika. Karena seperti yang kita ketahui, Jalan Asia Afrika di Bandung menyimpan sejarah masa lalu Bangsa," tutur lulusan S2 Komunikasi Politik kelahiran Medan, 27 Oktober 1985 ini.

Wanita yang pernah menjadi Duta Seni Budaya Asean di Camboja untuk Indonesia dan Sekerataris logistik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Maruf Amin ini berharap, dari Munas ini nantinya bakal melahirkan program-program yang berguna bagi Indonesia, yang bakal dibawa oleh seluruh perwakilan KITA ke wilayahnya masing-masing.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: