Pantau Flash
Ada 200 Agen Umrah yang 'Menjerit' Akibat Kebijakan Arab Saudi
Virus Korona Telah Sampai Afrika, Nigeria Konfirmasi Korban Pertama
Perusahaan Asuransi Mendata Klaim Banjir Jakarta
Kapal Berkecepatan 40 Knot Disiagakan TNI di Pulau Sebaru Jaga WNI
Yasonna Sebut Telah Kantongi Nama Dirjen PAS Baru

KNKT Bantah Kebocoran Isi Data CVR JT-610

Headline
KNKT Bantah Kebocoran Isi Data CVR JT-610 KNKT memberikan keterangan perkembangan isi CVR JT-610 (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Komite Nasional Keselamatan Transpotasi (KNKT) membantah adanya pemberitaan yang menyebut bahwa isi dari Cockpit Voice Recorde (CVR) dalam penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2018, telah tersebar luas.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transpotasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa tersebarnya isi dari CVR itu tak pernah terjadi. Sebab data yang transkrip atau rekaman dari CVR hanya dimilik oleh pihaknya.

Baca juga: Terungkap! Ini Percakapan Terakhir Pilot-Kopilot Lion Air JT-610

Sehingga, tekait anggapan yang menyebut bahwa rekaman dan transkrip dari CVR itu telah bocor, Soerjanto dengan tegas menampiknya.

"Saat ini data CVR masih dimiliki oleh KNKT dan disimpan di server KNKT yang tidak terkoneksi internet dan jaringan," kata Soerjanto di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Terpisah, Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo menambahkan pihak terkait lainnya seperti Boeing dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) hanya pernah membacanya dan bukan memilikinya.

"Mereka pernah membaca CVR dan terjemahannya tapi mereka tidak punya transkrip dan voice-nya," tegas Nurcahyo.

Baca juga: Ini Penjelasan KNKT Terkait Data FDR yang Berhasil Diunduh 

Nantinya, rekaman dan transkrip itu akan dipelajari untuk mencari titik permasalahan. Bahkan, ia menegaskan bahwa isi dari CVR itu tidak boleh dipublikasikan secara gamblang sesuai dengan peraturan di Indonesia.

Namun, nantinya rekaman dan transkrip itu tetap akan dipublikasikan hanya pada bagian yang dianggap signifikan.

"Jadi, tidak kata per kata, tapi maknanya juga apa. Kita tidak akan secara gamblang menyampaikan isinya percakapan seperti apa," singkat Nurcahyo.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: