Pantau Flash
Stadion Klabat Jadi Kandang Persipura di Liga 1 Musim 2020
Zidane: Guardiola Pelatih Terbaik Dunia
Budi Karya: Pemerintah Akan Gelar Sayembara Desain Bandara Ibu Kota Baru
Virus Korona Telah Sampai Amerika Selatan, Brazil Konfirmasi Korban Pertama
Indonesia Keluar dari Negara Berkembang, Menperin: RI Perlu Persiapan

Koalisi Indonesia Adil Makmur Resmi Bubar

Headline
Koalisi Indonesia Adil Makmur Resmi Bubar Koalisi Indonesia Adil Makmur membubarkan diri (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno secara resmi menyatakan bubar. Hal itu ditegaskan setelah seluruh jajaran koalisi melakukan rapat terakhirnya di kediaman Prabowo Subianto.

"Sebagai koalisi yang mengusung pasangan presiden dan calon presiden didalam pemilu ini presiden 17 April lalu tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai, oleh karena itu sejak hari ini beliau (Prabowo) menyampaikan terima kasih, dan Koalisi Adil dan Makmur selesai. Begitu juga dengan BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi, selesai," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam konferensi pers di Medcen Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: PAN: Kami Juga Pertimbangkan Gabung Pemerintahan, Asal...

Muzani pun mengungkapkan alasan mengapa koalisi yang sudah dibangun selama 10 bulan kurang lebih ini dibubarkan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah menyatakan menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres 2019 paslon 02.

"Oleh karena itu mandat yang diberikan kepada partai sebagai paslon presiden dan wakil presiden hari ini dikembalikan pada partai masing-masing," ungkapnya.

Baca juga: Yusril: Sengketa Pilpres di MK Adalah Upaya Konstitusional Terakhir

Selanjutnya terkait dengan nasib lima partai ke depan, menurutnya, Prabowo dan Sandiaga menyerahkan kepada pertimbangan masing-masing partai yakni Demokrat, PKS, Gerindra, PAN dan Berkarya.

"Tentu semua partai memiliki pertimbangan dan jalan pikir yang tentu saja tidak bisa kita intervensi satu sama lain. Oleh karena itu beliau (Prabowo) menghormati semua dan mempersilakan parpol untuk mengambil keputusan parpolnya masing-masing," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: