Pantau Flash
Bappenas dan Denmark Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Sirkular
Quartararo Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Qatar
Ji Xinping: Perjuangan China Hadapi Korona Masih pada Tahap Genting
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang

Komisi II Tak Akan 'Lari' dari Fungsi dalam Pengkajian Pemindahan Ibu Kota

Komisi II Tak Akan 'Lari' dari Fungsi dalam Pengkajian Pemindahan Ibu Kota Gedung DPR (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Ketua Komisi II di DPR RI Zainudin Amali mengatakan, Komisi II sebagai komisi yang membidangi masalah pemerintahan mengaku tidak akan lari dari fungsinya dalam melakukan pengkajian terkait dengan rencana pemindahan ibu kota.

"Ya concern kita sesuai dengan fungsi kita, fungsi pengawasan fungsi legislasi fungsi anggaran. Kita enggak boleh lari dari situ. Kita enggak boleh kemudian main di luar tiga itu," kata Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: Ini Alasan Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Layak Jadi Ibu Kota Baru

Misalnya saja ketika ada perubahan Undang-Undang baru maupun pembuatan Undang-Undang baru maka menurutnya DPR tidak bisa berjalan sendirian karena perlu adanya peran pemerintah begitu pun sebaliknya.

"Walaupun DPR sesuai dengan ketentuan punya kekuasaan untuk membuat UU, tetapi pembahasan yang pertama pemerintah dan diundangkannya oleh presiden, kan gitu ya. Kemudian dalam kerangka anggaran kan dibahasnya di sini, dibahasnya di APBN. Dan pengawasan pelaksanaannya. Saya kira DPR kerja di 3 fungsi itu, tidak boleh kita keluar dari tiga fungsi DPR itu," ungkapnya.

Sementara ketika disinggung rencana pemindahan ibu kota yang menimbulkan pro dan kontra, Amali menilai hal tersebut wajar.

"Ya nanti kita lihat. Kan DPR perorangan, boleh menyampaikan. Saya boleh menyampaikan secara perorangan, tapi sikap fraksi seperti apa kan kita enggak tau. Kan biasa juga begitu, setiap ada kebijakan, tidak semua orang langsung setuju. Pasti ada kontranya juga," tuturnya.

Lebih lanjut, sebagai anggota dewan yang berasal dari Fraksi Golkar dirinya menegaskan bahwa melihat adanya keseriusan dari Presiden RI Joko Widodo karena telah secara resmi menunjuk provinsi Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru.

Baca Juga: Jokowi Resmi Tunjuk Ibu Kota Baru, Komisi II Minta Beberapa Aspek Dipenuhi

"Saya kira ini menunjukkan bahwa pemerintah ini serius. Pak Presiden sudah benar-benar mau melaksanakan ini, kan ada orang yang mengatakan bahwa ini hanya pengalihan isu, tidak sungguh-sungguh. Ternyata hari ini terbantahkan itu. Jadi Presiden menyampaikan bahkan lokasinya sudah disampaikan," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: