Pantau Flash
Sean Connery, Pemeran James Bond Meninggal di Usia 90
Milenial Jangan Dimanja Tuai Pro dan Kontra, Megawati Santai
Jakarta sebagai Kota Terbaik Dunia dalam STA 2021, Anies: Alhamdulillah
Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Emmanuel Macron yang Hina Islam
1 Tahun Pengabdian, Mendes PDTT Peroleh Penghargaan IPB

Komisi X ke Nadiem: Bung Karno Berpesan, Jangan Meninggalkan Sejarah

Headline
Komisi X ke Nadiem: Bung Karno Berpesan, Jangan Meninggalkan Sejarah Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng saat penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Semarang, Sabtu. (Foto: Antara/I.C.Senjaya)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menegaskan mata pelajaran sejarah tetap harus menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa di sekolah.

Politikus PDIP itu saat menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Semarang, Sabtu, menolak penghapusan ataupun penggabungan pelajaran sejarah dengan mata pelajaran pendidikan sosial lainnya.

"Mata pelajaran sejarah ini membangun pondasi pemahaman anak-anak di masa depan. Anak-anak ini meneruskan pendahulunya," katannya.

Baca juga: Tak Disangka, Aksi Ibu Gunting Bendera Merah Putih karena Jengkel pada Anak

Menurut dia, pelajaran sejarah merupakan proses mengenal tata nilai budaya. "Bung Karno berpesan, jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah," tegasnya.

Agustina mengapresiasi rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menyederhanakan kurikulum dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Namun, menurut dia, jika pelajaran sejarah tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib, maka anak-anak tidak akan mencari. "Anak-anak akan lebih mencari yang kekinian," tambahnya.

Baca juga: Pelajaran Sejarah Hilang dari Kurikulum, Masyarakat Sejarawan Buka Suara

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana melakukan penyederhanaan kurikulum pendidikan di Indonesia.

Rencana tersebut tertuang dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020.

Sebelumnya, terdapat rencana penghapusan mata pelajaran sejarah bagi siswa-siswi di SMK. Sementara pada pelajar SMA, sejarah akan dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan, sehingga bukan lagi pelajaran wajib yang harus diambil oleh siswa.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: