Pantau Flash
Sudah Ada 29.919 Orang di Indonesia yang Sembuh dari COVID-19
Nadiem Tegaskan Kebijakan: Belajar Merdeka Memiliki Daya Saing Kuat
Pratikno: Janagan Ribut Lagi Soal Reshuffle, Progres Kabinet Berjalan Bagus
TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M
Pencairan Gaji ke-13 PNS Masih 'Mengambang'

Komplotan Peretas Kartu Kredit Dibekuk Polisi Setelah Tiga Tahun Beraksi

Komplotan Peretas Kartu Kredit Dibekuk Polisi Setelah Tiga Tahun Beraksi Barang bukti yang diamankan Polda Jatim dari para pelaku pembobol kartu kredit di Surabaya. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menangkap komplotan peretas sekaligus pembobol puluhan kartu kredit di Toko Berdikari Jaya Jalan Balongsari Tama C Surabaya.

"Pada Senin (2/12/2019), kami menindak jaringan tindak pidana menggunakan ITE atau yang biasa disebut skimming menggunakan kartu kredit untuk melakukan penipuan," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan di Mapolda setempat, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Curi Uang Lewat Skimming, WN Rumania Tewas Ditembak karena Lawan Petugas

Pada penggerebekan itu, selain mengamankan 20 orang peretas, turut diamankan dengan barang bukti ada 23 PC, 29 monitor, 20 ponsel dan puluhan rekening bank.

Ia mengatakan kegiatan peretasan kartu kredit tersebut sudah dilakukan selama tiga tahun.

"Kegiatan ini terorganisasi dan sudah berjalan tiga tahun," ucapnya.

Gideon mengungkapkan lebih lanjut bahwa para peretas tersebut bisa mendapatkan uang sebanyak 40 ribu dolar AS dalam sebulan dari hasil skimming di Amerika Serikat dan Eropa.

"Omzet kurang lebih 40 ribu dolar AS. Kalau pelaku ITE itu pasti borderless dan sasaran mereka di Amerika dan Eropa," katanya.

Baca juga: Polisi Limpahkan Tersangka Skimming ATM Ramyadjie ke Kejari Jaksel

Gideon juga menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

"Sementara karena belum 1x24 jam ini baru kami lakukan pendalaman. Besok akan kami sampaikan lebih lengkap," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK