Konflik Dualisme OSO Vs Sudding, Bagaimana Nasib Hanura di Pemilu 2019?

Headline
Partai Hanura saat menggelar rapat internal  (foto/facebook partai Hanura)Partai Hanura saat menggelar rapat internal (foto/facebook partai Hanura)

Pantau.com – Perseteruan panas terus terjadi di internal partai Hanura antara kubu Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) dengan kubu Sekertaris Jenderal Sarifuddin Sudding.

Sudding memecat OSO dari Ketum Hanura, serta mengklaim mendapatkan persetujuan sebagian besar pengurus daerah untuk mendorong Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Ya, itu permintaan (munaslub) 2/3 DPD (Dewan Pengurus Daerah) dan 2/3 cabang dan itu sudah memenuhi bahkan lebih,” ujar Sudding saat dihubungi Pantau.com, Rabu (17/1/2018).

Selain itu, Sudding juga membantah perkataan OSO soal putusan Munaslub yang dipandang ilegal.

Baca Juga 

Peringatan Keras Oesman Sapta untuk Wiranto 

Oesman Sapta Vs Sudding, Guncang Harmonisasi Hanura

Menurut Sudding, persyaratan Munaslub sudah terpenuhi dengan adanya kuota permintaan DPD dan DPC, sebagaimana ketentuan AD & ART partai, apabila Munaslub tidak mendapat persetujuan pimpinan.

“Memang sudah terpenuhi, nggak ada masalah,” klaim Sudding.

Ia juga memastikan jika Munaslub yang rencananya akan digelar dalam pekan ini tidak akan mengganggu partai Hanura di Pemilu 2019.

“Enggak ada masalah (ganggu pemilu), kan hanya ketua umum aja yang diganti. (Munaslub) bisa, tidak-tidak menganggu (hanura di Pemilu 2019),” pungkas Sudding.

Rencananyanya, setelah OSO lengser dari partai Hanura, posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum akan digantikan oleh Mantan Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya TNI Purn Daryatmo.

“Setelah dia diberhentikan, itu Hanura dibawa pelaksana tugas pak Daryatmo, tidak ada dualisme kepemimpinan, kan (OSO) sudah diberhentikan,” tegasnya. 

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani