Konglomerat Soetikno Soedarjo Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Headline
Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo menunggu untuk diperiksa di kantor KPKPresiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo menunggu untuk diperiksa di kantor KPK

Pantau – Konglomerat dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo menjadi tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung.

Terhitung hari ini, Senin (27/6/2022) artinya hampir tiga tahun kasus Soetikno akhirnya ditetapkan sebagai tersangka suap kepada Emirsyah Satar Dirut PT Garuda Indonesia sekaligus terlibat korupsi.

Soetikno saat itu ditahan pada 7 Agustus 2019 lalu usai ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi antirasuah pada tahun 2017. Ia diduga memberi suap kepada eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar senilai 1,2 juta Euro dan US$180 ribu. Ada pula barang yang diberikan ke Emirsyah senilai US$2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Duit yang diberikan ke mantan bankir itu, merupakan suap terkait pembelian mesin pesawat Rolls Royce untuk maskapai pelat merah tersebut. Suap diterima oleh Emir selama ia menjabat sebagai Dirut.

Setelah dilakukan pengembangan, belakangan KPK pada Agustus lalu juga menetapkan Soetikno sebagai tersangka tindak pencucian uang. Artinya, suap yang diterima dari pabrikan lain untuk Garuda sudah dibelanjakan menjadi aset-aset tertentu.

Berikut fakta-fakta Soetikno Soedarjo yang dirangkum Pantau.com dari berbagai sumber:

1. Pengusaha

PT Mugi Rekso Abadi atau lebih dikenal dengan nama MRA Group adalah perusahaan konglomerat dengan unit di majalah, ritel, hotel, penyiaran, makanan dan minuman, gaya hidup, hiburan dan perusahaan otomotif yang didirikan pada tahun 1993. Perusahaan ini berpusat di Jakarta dan merupakan salah satu grup media terbesar di Indonesia.

2. Bercerai dengan Dian Muljadi

Pria berusia 61 tahun ini diketahui telah bercerai dengan sang istri, Dian Muljadi. Dian merupakan pebisnis.

3. Kekayaan

Soetikno Soedarjo berada di lingkaran konglomerat. Mantan istrinya, Dian Muljadi merupakan anak dari pengusaha multikorporasi Tempo Group sehingga kekayaan Soetikno Soedarjo tentu berlimpah.

4. Ayah dari Dita Soedarjo

Dari pernikahan dengan Dian Muljadi, Soetikno Soedarjo dikaruniai tiga orang putri. Salah satunya merupakan pebisnis dan mantan tunangan Denny Sumargo, Dita Soedarjo.

5. Hubungan Soetikno dengan Emirsyah Satar

Soetikno diduga jadi perantara suap antara Garuda dengan Rolls Royce. Menurut penyidik KPK, Emir mendapat suap melalui perusahaan yang dimiliki oleh Soetikno di Singapura bernama Connaught International Pte. Ltd.

Suap yang diberikan oleh Soetikno ke Emirsyah mencapai 1,2 juta Euro dan US$180 ribu atau totalnya mencapai Rp20 miliar. Selain itu, ada pula barang yang diberikan senilai US$2 juta.

Namun, usai ditelusuri lebih lanjut penyidik KPK menemukan aliran dana lebih banyak yakni mencapai Rp100 miliar. Aliran dana itu diduga tidak hanya mengalir ke Emir, namun ke eks petinggi Garuda lainnya.

“Kami mengidentifikasi ternyata dugaan aliran dana itu bukan hanya Rp20 miliar. Ketemu totalnya kurang lebih dugaan aliran dana itu Rp100 miliar,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah pada (6/12/2019) lalu di gedung Merah Putih KPK.

Belakangan, pengacara Emir, Luhut MP Panggaribuan mengatakan mengatakan duit yang sudah diterima kliennya sudah dikembalikan ke Soetikno. Kliennya, menurut Luhut memang pernah menerima duit suap dari Soetikno.

“Jadi udahlah terima, saya (Emir) khilaf. Bilang saya terima dan saya sudah sudah kembalikan kepada SS (Soetikno). Memang sudah dikembalikan kepada SS dan saya dengar SS sudah menyerahkan kepada KPK,” kata Luhut pada Juli 2019 lalu. Namun, hal itu dibantah oleh Soetikno.

6. Soetikno terancam pidana penjara 20 Tahun

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menguatkan atas vonis yang dijatuhkan terhadap Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo terkait kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia.

Alhasil, vonis Soetikno selama 6 tahun penjara yang diketok PN Jakpus diperkuat.

“Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 122 /Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst, tanggal 8 Mei 2020,” demikian amar putusan PT Jakarta yang dikutip Pantaucom dari websitenya, Senin (27/7/2020).

Selain kasus suap saat ini Soetikno terjerat kasus dugaan TPPU PT Garuda Indonesia yang rugikan negara sebesar Rp 8,8 triliun. Konglomerat ini terancam pidana 20 tahun penjara.

Tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

[Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni