Pantau Flash
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim
Hafiz/Gloria Rebut Tiket Final Thailand Masters 2020

Konsumsi Susu Basi, Puluhan Karyawan RSUD Cianjur Keracunan

Headline
Konsumsi Susu Basi, Puluhan Karyawan RSUD Cianjur Keracunan RSUD Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Antara/Ahmad Fikri)

Pantau.com - Sejumlah karyawan di RSUD Cianjur, Jawa Barat, harus mendapat perawatan lantaran keracunan usai mengonsumsi susu yang sudah kedaluwarsa. Manajemen rumah sakit pun langsung bergerak cepat guna mengusut kasus tersebut. 

Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia membenarkan ada beberapa orang perawat yang piket malam mengalami keracunan diduga usai meminum susu.

"Direksi akan melakukan evaluasi terutama terkait penyediaan konsumsi bagi pegawai yang mendapat piket malam karena untuk penyediaan dilakukan koperasi, sedangkan rumah sakit hanya menyerahkan dana untuk dikelola koperasi," katanya di Cianjur, Sabtu (28/9/2019).

Baca juga: Dua Tukang Ojek Tewas Ditembak Kelompok Separatis Bersenjata

Keracunan yang menimpa puluhan orang karyawan tersebut, ungkap dia, baru diketahui Sabtu siang, setelah ada laporan dari pejabat direksi, sehingga pihaknya langsung mencari informasi.

"Kami akan mencari tahu prosedur pengadaan barang untuk makanan tambahan bagi pegawai tersebut, termasuk distributor untuk setiap konsumsi yang disediakan," katanya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan pihaknya telah menghubungi direksi RSUD Cianjur, terkait adanya keracunan masal yang menimpa puluhan karyawan tersebut.

"Saya instruksikan untuk segera ditindaklanjuti karena rumah sakit merupakan contoh, tapi ini yang terjadi menimpa karyawan, saya minta untuk evaluasi total," katanya.

Baca juga: Keluarga Faisal Amir Minta Pelaku Penganiaya Minta Maaf dan Bertaubat

Informasi dihimpun puluhan karyawan RSUD Cianjur mengalami keracunan, satu orang di antaranya terpaksa menjalani rawat inap karena sempat mengalami muntah-muntah dan dehidrasi akut.

Keracunan tersebut berawal ketika karyawan yang piket malam mendapat jatah makanan tambahan berupa susu dalam kemasan. Selang beberapa saat setelah mengonsumsi susu tersebut sebagian karyawan mengeluh pusing dan mual-mual.

"Kami tidak tahu persis berapa orang yang mengalami keracunan, namun setiap piket malam 80 orang karyawan mendapat makanan tambahan termasuk susu. Namun satu orang yang cukup parah terpaksa dirawat," kata karayawan yang minta namanya dirahasiakan.

Ia menjelaskan, setelah dicek setiap makanan yang ada dalam paket konsumsi, terdapat susu yang kedaluwarsa pada Agustus 2019, sehingga diduga susu itu menjadi penyebab keracunan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: