Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

KontraS Soroti Tindakan Polisi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

KontraS Soroti Tindakan Polisi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Ilustrasi KontraS (Foto: Antara/Dyah Dwi)

Pantau.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti penangkapan 43 mahasiswa Papua oleh polisi di Surabaya. 

Koordinator KontraS Yati Andriyani mengatakan, penangkapan dengan kekuatan berlebihan itu semakin membangun stigma terhadap warga Papua di Surabaya.

"Mereka ditangkap harusnya tidak terjadi, harusnya dicari tahu dulu siapa yang pasang dan siapa yang paksa, dan apakah betul mahasiswa Papua yang lakukan," ujar Yati di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Manokwari Memanas! Berikut 7 Fakta Tentang Kerusuhan di Papua

Menurut Yati, polisi seharusnya lebih fokus melakukan penyelidikan soal pembuangan bendera Merah Putih, bukan dengan segera melakukan penangkapan terhadap mahasiswa.

Penangkapan itu dinilainya justru menimbulkan ekskalasi perasaan perlakuan diskriminatif yang semakin menguat terhadap warga Papua.

"Harus dicari siapa yang pasang dan siapa yang jatuhkan, kan belum jelas peristiwa itu, sudah ada penyerbuan ke asrama mahasiswa, ada penggunaan gas air mata dan penangkapan juga," kata Yati.

Yati menuturkan, polisi seharusnya menggunakan pendekatan persuasif dan dialog dengan mahasiswa Papua yang tinggal di asrama itu.

Baca juga: Ini Pesan Presiden Jokowi Tanggapi Kerusuhan di Manokwari

Sebelumnya, polisi membawa 43 orang dari Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 17 Agustus untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat, sehari sebelumnya.

Setelah dimintai keterangan, polisi menyebut telah membebaskan 43 mahasiswa asal Papua itu.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: