Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Korlantas Polri Sebut ERP Lebih Efektif dari Ganjil Genap

Korlantas Polri Sebut ERP Lebih Efektif dari Ganjil Genap Kebijakan ERP di Jakarta (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, mengungkapkan penerapan electronic road pricing (ERP) di jalanan lebih efektif ketimbang ganjil genap atau program 3 in 1 yang pernah diterapkan di Jakarta. Menurutnya, kebijakan ERP akan lebih efektif menekan angka kemacetan di ibu kota.

Ia menambahkan, lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan yang harus diperhatikan untuk menunjang produktivitas. 

"Road safety atau lalu lintas yang aman selamat, tertib dan lancar ditata atau di-manage untuk kebutuhan, kapasitas, prioritas, kecepatan, dan emergency. Program manajemen tersebut semestinya dijadikan landasan atau acuan untuk mengambil kebijakan dalam rangka mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar (road safety)," ujar Chryshnanda di Jakarta, Rabu (21/8).

Baca juga: Dishub Tambah Titik e-TLE Seiring Perluasan Ganjil Genap di Jakarta

Menurut Chryshnanda, penanganan road safety semestinya memiliki grand design yang bersinergi antarpilar pemangku kepentingan dari road safety management, safer road, safer vehicle, safer road users dan post crash care. Sebab, lanjut dia, di era digital revolusi industri 4.0 pola penanganan semestinya berbasis data berbasis IT sehingga terbangun big data dan one gate service.

"Pola penanganan yang manual parsial, konvensional ini dapat dipastikan tidak solutif dan apa yang menjadi tujuan road safety tidak tercapai. Ini sama seperti program pengobatan dengan balsem yang hanya reaktif sesaat. Bahkan dimungkinkan membuka peluang penyimpangan baru," jelas dia.

Chryshnanda menuturkan puluhan tahun kebijakan 3 in 1 tanpa energi apapun untuk pencegahan, perbaikan, peningkatan pelayanan publik maupun pembangunan. Anehnya lagi, kata dia, diulang kembali dalam kebijakan ganjil genap yang sifatnya sementara atau temporer, malahan akan diperluas. 

"Ini sama saja dengan mengulang tetapi dengan sebutan berbeda. 3 in 1 jadi Ganjil Genap. Apa yang ada semestinya sudah dapat digeser menjadi ERP atau program prioritas lain berbasis IT yang menghasilkan energi. Dampak penerapan ganjil genap yang ada menurut hemat kami, dikaji secara fair tidak perlu dilakukan untuk hasil yang bersifat sebatas superfisial," tegas dia. 

Baca juga: Tilang Elektronik Menurun saat Pemadaman Listrik di Jakarta

Semestinya, lanjut dia, jika kebijakan visioner yang mampu memberikan pelayanan prima berani men-declare sebagai inisiatif antikorupsi dan reformasi birokrasi semestinya mendukung program IT untuk Road safety seperti TMC (Traffic Management Centre) untuk mendukung Road safety management, SSC (Safety and Security Centre) untuk mendukung safer road, ERI (Electronic Registration and Identification) untuk mendukung safer vehicle, SDC (Safety Driving Centre) untuk mendukung safer road users dan Intan (Intellegence Traffic Analysis) untuk mendukung post crash care

Program di atas, kata dia, merupakan back office aplication dan network untuk membangun program big data dan one gate service yang prima (cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses). Dengan demikian pemerintah dapat membangun ERP (Electronic Road Pricing), e-Parking, ETC (Electronic Toll Collection), e-Banking atau e-Payment, e-Samsat dan Etle (Electronic Traffic Law Enforcement).

"Semua akan terkontrol, terintegrasi, terkoneksi dan menghasilkan produk untuk memprediksi, mengantisipasi dan langkah-langkah solusinya dengan berbasis data dalam infografis maupun infostatis yang on time dan real time," ungkap dia.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: