Korupsi Dermaga Sabang, PT Nindya Karya dan Tuah Sejati Dituntut Bayar Denda

Headline
Ilustrasi (Foto: Sora Shimazaki/Pexels)Ilustrasi (Foto: Sora Shimazaki/Pexels)

Pantau – Perusahaan BUMN PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati dinyatakan telah terbukti bersalah dalam perkara dugaan korupsi Pembangunan Dermaga Sabang pada Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang (BPKS) Tahun Anggaran 2004-2011.

Hal tersebut dikatakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) pada sidang pembacaan tuntutan, Kamis petang (4/8/2022).

Dalam amar tuntutannya, jaksa meminta agar hakim menjatuhkan denda Rp900 juta dan uang pengganti masing-masing Rp44, 6 miliar dan Rp49, 9 miliar.

Jaksa menilai PT Nindya Karya dan Tuah Sejati telah terbukti bersalah melakukan penggelembungan harga satuan dan volume pada proyek dermaga Sabang kurun waktu 204-2011, sehingga merugikan negara Rp313 miliar.

Jaksa menilai para terdakwa melakukan korupsi dengan berkehendak aktif bertujuan memperoleh keuntungan di luar kewajaran.

Kemudian proyek fisik masih dapat dipergunakan namun menurut hasil audit kualitasnya tidak sesuai dengan spek dan tidak dapat dimanfaatkan secara sempurna.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu PT Nindya Karya Persero dan terdakwa dua PT Tua Sejati berupa pidana denda masing-masing sebesar Rp900 juta,” ujar jaksa saat membacakan tuntutan.

Menurut jaksa, perbuatan kedua korporasi dilakukan bersama-sama di antaranya dengan Heru Sulaksono (kuasa Nindya Sejati Joint Operation), sebagai penyedia barang dalam proyek pembangunan dermaga bongkar Sabang.

Serta Ramadhani Ismy (alm) selaku PPK pada Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dalam kegiatan Proyek Pembangunan Dermaga Bongkar Sabang TA. 2006-2011.

Keduanya (Heru dan Ismy) telah diputus bersalah oleh pengadilan dan menjadi narapidana dalam perkara ini.

Atas tuntutan tersebut tim penasehat hukum para terdakwa akan membacakan pleidoi atau pembelaan pada sidang pekan berikutnya. [Laporan Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan