Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Korupsi RSUD Sumbar: Polisi Tahan Eks Direktur Dr Rasyidin

Korupsi RSUD Sumbar: Polisi Tahan Eks Direktur Dr Rasyidin Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan. (Foto: Antara/Fathul Abdi)

Pantau.com - Penyidik Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), resmi melakukan penahanan badan terhadap mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasyidin, "AS" atas kasus dugaan korupsi.

"Hari ini kami menahan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD, berinisial "AS"," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan, di Padang.

Tersangka AS saat ini ditempatkan di sel tahanan Kepolisian Sektor Padang Timur. Selain AS, ada empat tersangka lainnya yang ditetapkan penyidik dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes rumah sakit "plat merah" tersebut.

Baca juga: Uang Miliaran Pemprov Sumut Hilang, Kapolda: Heran Ya Masih Pakai Tunai

Empat tersangka tersebut berasal dari kalangan swasta, namun belum dikenakan penahanan badan. "Yang ditahan baru AS, sementara empat lainnya masih dalam pemeriksaan sampai saat ini," katanya.

Para tersangka dijerat dengan pidana melanggar pasal 2, dan 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus itu adalah dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) pada 2013, anggaran berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp10 Miliar.

Namun belakangan kepolisian mengendus ada "masalah" dalam proyek tersebut, hingga dilakukan pengusutan dan ditetapkan lima orang sebagai tersangka.

Baca juga: Mahasiswa Ini Pernah 4 Kali Loloskan Puluhan Kilogram Sabu dari Malaysia

Berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diketahui kasus tersebut telah merugikan keuangan negara mencapai Rp5,1 miliar.

Sementara itu Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang AKP Edryan Wiguna, mengatakan tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. "Tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka lagi, karena proses penyidikannya masih berjalan," katanya.

Pada bagian lain, Polresta Padang juga telah menggeledah sejumlah ruangan di RSUD dr Rasidin di Sungai Sapiah, pada Jumat (6/9).

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: