Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

KPAI: Beasiswa Djarum Bisa Dekatkan Anak Pada Rokok

Headline
KPAI: Beasiswa Djarum Bisa Dekatkan Anak Pada Rokok Baca Juga: Bank Sentral China Akan Ikut Urusi Pinjaman Online

Pantau.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum bisa mendekatkan anak pada rokok. 

Menurutnya, anak-anak yang mengikuti audisi bulutangkis itu otomatis akan mendapat informasi tentang produk rokok, karena nama produk rokok menjadi bagian dari nama audisi.

"Karena itu, iklan, promosi dan sponsor rokok, termasuk publikasi citra merek rokok dibatasi. Di media penyiaran misalnya hanya boleh antara pukul 21.30 hingga 05.00," kata Susanto.

Baca juga: Owi: Atlet PB Djarum yang Ketahuan 'Ngerokok' Langsung Dikeluarkan

Susanto menambahkan anak yang mendapatkan informasi tentang rokok bisa tergoda untuk mencoba rokok dan kemudian susah berhenti merokok karena sudah kecanduan.

"Saya tidak katakan prevalensi perokok anak di Indonesia meningkat karena PB Djarum. Banyak faktor yang mempengaruhi prevalensi itu, salah satunya akses anak terhadap rokok. Karena itu, jangan sampai anak-anak kita terus didekati dengan informasi dan citra rokok yang bisa membuat mereka penasaran dan ingin mencoba merokok," paparnya.

Menurut Susanto, pemerintah ingin menurunkan prevalensi perokok di kalangan anak dan untuk itu pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan semua pihak. "Bukan hanya kementerian/lembaga, tetapi juga seluruh korporasi, masyarakat, orang tua, dan guru," katanya.

Baca juga: Dukung PB Djarum Lanjutkan Audisi Bulutangkis, Ganjar Siap Pasang Badan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati