KPK Garap Dakwaan Vice President Sumarecon Oon Nusihono

Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Syrudatin)

Pantau – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas pemeriksaan tersangka suap ijin di Kota Yogyakarta, dengan tersangka Vice President PT Sumarecon Agung Oon Nusihono.

Pelaksana tugas Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik meyerahkan berkas dan tersangka nya ke tahap penuntutan.

“Senin, (1/8/2022) telah selesai dilaksanakan Tahap II yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dengan Terdakwa Oon Nusihono dari Tim Penyidik pada Tim Jaksa KPK,” ujarnya.

Menurut Ali Fikri, Dalam waktu 14 hari kerja, Tim Jaksa akan segera melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor.

Untuk itu pihaknya memperpanjang penahanan kepada direksi Sumarecon Agung tersebut hingga 20 Agustus mendatang.

“Penahanan dilanjutkan lagi oleh Tim Jaksa untuk 20 hari ke depan sampai nanti tanggal 20 Agustus 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1,” katanya.

Diberitakan, Oon Nusihono merupakan vise President PT Sumarecon Agung yang ikut tertangkap KPK dalam OTT pada awal Juni 2022 lalu.

Dia ditangkap dirumah dinas Walikota Yogyakarta, dan diduga telah menyuap walikota Haryadi Suyuti terkait pengurusan perizinan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton.

Saat ditangkap KPK menyita uang tunai pecahan dolar sebesar 27.258 dolar Amerika Serikat.

Uang dari Oon tersebut diterima walikota Haryadi Suyuti, melalui sekretaris pribadi sekaligus ajudan, yang bernama Triyanto Budi Yuwono.

Oleh KPK, Oon Sebagai pemberi uang disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Sementara, Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Wuyono, dan Nur Widihartana yang diduga sebagai penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun pidana penjara. Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni