Pantau Flash
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19
Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka Surat Jalan Palsu
Dua Pejabat Polri Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra
Selamat! 167.653 Peserta Lolos SBMPTN 2020

KPK Ingatkan KPU-Bawaslu Awasi Gaya Pencitraan Petahana, Khususnya Soal Ini

KPK Ingatkan KPU-Bawaslu Awasi Gaya Pencitraan Petahana, Khususnya Soal Ini Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) menyampaikan tanggapannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2020). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberi sanksi para petahana yang menggunakan program penanganan pandemi COVID-19 untuk pencitraan diri jelang pilkada.

"Diperlukan kehadiran penyelenggara pemilu dalam hal ini KPK dan Bawaslu sejak dini untuk mengingatkan dan memberi sanksi para petahana yang menggunakan program penanganan pandemi COVID-19 seperti bansos untuk pencitraan diri, yang marak terjadi jelang pilkada serentak yang tinggal menghitung hari," ucap Firli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Sanksinya, kata dia, bisa sampai pembatalan dirinya sebagai calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Baca juga: Pakar Sebut KPK Era Firli Bahuri dalam Fase 'New Normal'

Adapun pasal itu mengatur "Kepala daerah dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan paslon sampai dengan penetapan paslon terpilih".

Ia pun menyatakan jelang pilkada, lembaganya menerima laporan sejumlah oknum kepala daerah yang mengambil kesempatan untuk meningkatkan citra diri di hadapan masyarakat dengan "membonceng" penggunaan dana penanganan COVID-19 dari pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan dana penanganan COVID-19 dijadikan sarana sosialisasi diri atau alat kampanye seperti memasang foto mereka pada bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi.

"Tidak sedikit informasi perihal cara oknum kepala daerah petahana yang hanya bermodalkan selembar stiker foto atau spanduk raksasa mendompleng bantuan sosial yang berasal dari uang negara, bukan dari kantong pribadi mereka, yang diterima KPK," ungkap Firli.

Baca juga: PPP Janji Tak Bakal Usung Kepala Daerah Mantan Pecandu Narkoba

Selain tidak elok dilihat, ia mengatakan hal itu tentunya telah mencederai niat baik dan kewajiban pemerintah membantu rakyat di masa pandemi saat ini.

Menurut dia, demokrasi yang sesungguhnya mesti menyediakan ruang adu program untuk meraih suara pemilih, bukan memainkan segala cara untuk meraih kemenangan.

"Saya imbau kepada kepala daerah yang kembali ikut kontestasi pilkada serentak Desember 2020, stop poles citra Anda dengan dana penanganan COVID-19," ujar Firli.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: