Pantau Flash
NTB Diguncang Gempa M 6, BMKG Peringatkan Waspada Gempa Susulan
Rupiah Menguat Rp14.095 per Dolar Amerika Seiring Faktor Global
Pedagang Pasar Klender yang Positif COVID-19 Bertambah 15 Orang
JK Minta Tempat Ibadah Dibuka Lebih Dulu daripada Mall
Menkeu: Insentif bagi Tenaga Medis Sudah Cair Rp10,45 Miliar

KPK: Laporan Praktik Korupsi Banyak Terjadi di Fakultas Kedokteran

KPK: Laporan Praktik Korupsi Banyak Terjadi di Fakultas Kedokteran Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap masih banyaknya praktik tindak pidana korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru. Universitas negeri menjadi lembaga yang paling banyak melakukan praktik rasuah.

"Ya salah satu dan yang paling banyak lagi yang negeri sebenarnya. Ada penerimaan mahasiswa baru yang khususnya jalur-jalur khusus yang itu," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif usai acara Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi di Gedung Pusat Edukasi KPK, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/5/2019). 

Baca juga: KPK Panggil Pimpinan PT Pilog Terkait Kasus Bowo Sidik

Laode mengatakan, KPK paling banyak mendapatkan laporan terkait praktik korupsi di fakultas kedokteran.

"Yang banyak laporannya KPK, saya sebut saja fakultas kedokteran kalau mau masuk spesialis itu banyak. Kalau dia sudah tamat dari dokter tapi dia ingin lanjut spesialis," ucapnya.

Baca juga: KPK Panggil Idrus Marham Jadi Saksi Sofyan Basir

Menurut Laode, berdasarkan laporan yang masuk ke KPK, mahasiswa kedokteran yang ingin melanjutkan kuliahnya harus membayar dosen agar bisa diloloskan. 

"Supaya diterima dia harus membayar profesornya. Bahkan dia harus minta rekomendasi. Untuk rekomendasi itu maka dia juga harus mengeluarkan biaya tertentu dan itu banyak sekali bukan ada dimonopoli oleh satu universitas banyak sekali yang di fakultas kedokteran," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Reporter
Lilis Varwati

Berita Terkait: