Pantau Flash
Mahfud Klaim Pemerintah Tak Berencana Bebaskan Napi Koruptor Gegara Korona
Zona Merah COVID-19 di Kabupaten Bogor Kini Merambah Jonggol
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Positif Virus Korona
Yasonna Bantah Sengaja Ingin Bebaskan Napi Koruptor
Jasa Marga Pastikan Wakil Jaksa Agung Terlibat Kecelakaan Tunggal

KPK: Legislator Peringkat Pertama Pelaku Korupsi dari Data 2004-2018

KPK: Legislator Peringkat Pertama Pelaku Korupsi dari Data 2004-2018 Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Berdasarkan data penanganan perkara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2004 hingga 2018, legislator merupakan peringkat pertama pelaku korupsi.

"Tercatat jumlahnya mencapai sebanyak 247 legislator," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, dalam diskusi Peran Partai Politik dalam rangka Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, di JW Marriott Hotel, Medan, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Baru Juga Bebas, Eks Bupati Bogor Kembali Jadi Tersangka Suap

Selain legislator, jumlah terbanyak tersandung kasus korupsi adalah pihak swasta sebanyak 238 orang, eselon I/II/III sebanyak 199, dan wali kota/bupati dan wakil 101 orang.

Sedangkan untuk gubernur sebanyak 20 orang, hakim 22 orang, pengacara 11 orang, komisioner 7 orang, jaksa 7 orang, duta besar 4 orang, korporasi 5 orang, dan polisi 2 orang.

"Jenis perkara tindak pidana korupsi penyuapan, pegadaian barang dan jasa, penyalahgunaan anggaran, TPPU, pungutan, perizinan, dan merintangi proses KPK," ujarnya.

Baca juga: Idrus Marham Terlihat Pelesiran di Luar Rutan, Ini Penjelasan KPK

Secara umum, kata Saut, KPK memandang agar pemerintah berkontribusi lebih banyak dalam pendanaan operasional partai politik.

"Partai politik juga harus memiliki dan melaksanakan kode etik dan kode perilaku serta menjalankan pola rekrutmen dan pengaderan yang terbuka," katanya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: