KPK Minta Bantuan TNI Soal Pemeriksaan Kasus Korupsi Ricky Ham yang Diduga Kabur ke Papua Nugini

Headline
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (26-7-2022). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Pantau – KPK mengirim surat ke pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) soal Bupati Membrano Tengah, Ricky Ham Pengawak yang kabur yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi. Ricky diduga kabur ke Papua Nugini saat hendak dijemput paksa oleh KPK.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Darat TNI, untuk meminta bantuan menghadapkan anggotanya terkait permintaan keterangan oleh tim penyidik KPK. Kami juga sudah kirimkan surat ke TNI,” kata Plt juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (1/8/2022).

Ali mengatakan koordinasi antara KPK dan TNI merupakan bentuk sinergitas antarlembaga. Ia berharap koordinasi itu dapat membuat kepastian hukum segera tercapai.

“Kami berharap, dukungan dan bantuan dari TNI dapat mempermudah penyelesaian perkara ini sehingga kepastian hukum segera terwujud,” ucapnya.

Ia mengatakan KPK telah bersurat kepada pihak Gubernur Papua. Dalam suratnya, KPK meminta agar Pemprov Papua juga turut membantu mencari keberadaan Ricky Ham.

“KPK juga telah berkirim surat ke pihak Gubernur Provinsi Papua sebagai bentuk informasi dan koordinasi sehingga pihak Pemprov Papua dapat turut membantu mencari keberadaan tersangka dimaksud,” ujar Ali.

Ricky Ham resmi masuk ke daftar pencarian orang (DPO) sejak 15 Juli 2022.

“Tersangka Ricky Ham Pagawak, Bupati Mamberamo Tengah periode 2013 sampai dengan 2018 dan 2018 sampai dengan 2023, saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 15 Juli 2022,” ujar Ali.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda