KPK Periksa 2 Saksi Usut Dugaan Aliran Uang untuk Bupati PPU Nonaktif dari Kas BUMD

Headline
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Pantau – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua orang saksi guna mengusut dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk tersangka Bupati Penajam Paser Utara (PPU) nonaktif, Abdul Gafur Mas’ud (AGM), yang berasal dari kas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk tersangka AGM dan kawan-kawan yang berasal dari kas BUMD dan diduga pengeluaran uang tersebut fiktif,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Kedua saksi yang diperiksa yakni, Manager Representative and Reporting PT Benuo Taka Wailawi, Ramadhani, dan Indra Rismanto selaku Direktur Utama PT Benuo Taka Wailawi.

KPK memeriksa keduanya untuk tersangka Abdul Gafur dan kawan-kawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang pada penyertaan modal di perusahaan umum daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara tahun 2019-2021.

Selain itu, KPK juga menyebut satu orang saksi yang tidak memenuhi panggilan penyidik, yakni Direktur Pembinaan Program Migas pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggoro.

“Tidak hadir dan konfirmasi untuk penjadwalan ulang kembali,” ucap Ali.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten PPU, Kalimantan Timur, yang sebelumnya juga menjerat Abdul Gafur bersama lima orang lainnya sebagai tersangka. Saat ini, Abdul Gafur sudah berstatus terdakwa dalam kasus suap tersebut.

Selama proses penyidikan kasus dugaan suap itu, tim penyidik KPK menemukan dugaan perbuatan pidana lain yang turut dilakukan Abdul Gafur selama menjabat sebagai Bupati PPU. Dugaan tindak pidana tersebut berupa penyalahgunaan wewenang pada penyertaan modal di perusahaan umum daerah di Kabupaten PPU tahun 2019-2021.

Dengan adanya proses penyidikan tersebut, KPK telah menetapkan tersangka. KPK mengumumkan para pihak sebagai tersangka, uraian dugaan perbuatan pidana, dan pasal-pasal yang disangkakan setelah proses penyidikan cukup serta upaya paksa penangkapan maupun penahanan.

KPK saat ini masih mengumpulkan alat bukti dengan memanggil para saksi yang terkait kasus tersebut. KPK juga mengimbau agar pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi selama proses penyidikan untuk kooperatif hadir dan menerangkan dengan jujur di hadapan tim penyidik.

 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Firdha Rizki Amalia