Pantau Flash
Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam PSBB Diperlukan
Son Heung-min Latihan Perang Kimia
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi

KPK Selesaikan Berkas Penyidikan, Kasus Mantan Bos Lippo Group Segera Disidangkan

KPK Selesaikan Berkas Penyidikan, Kasus Mantan Bos Lippo Group Segera Disidangkan Gedung KPK. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Penyidik KPK telah menyelesaikan proses penyidikan perkara mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro. Selanjutnya penyidik melimpahkan berkas pemeriksaan beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk disusun surat dakwaan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan nantinya perkara suap yang menjerat Eddy Sindoro itu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

"Penyidikan untuk tersangka ESI telah selesai. Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka ESI dalam tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait pengajuan Peninjauan Kembali pada PN Jakarta Pusat, ke penuntutan," jelas Febri kepada wartawan, Senin (10/12/2018).

Baca juga: Jalani Sidang Perdana, KPK Akan Bongkar Peran Lucas Terkait Pelarian Eks Bos Lippo Group

Selama proses penyidikan, lanjut Febri, penyidik telah meminta keterangan kepada 38 saksi. Unsur para saksi itu di antaranya Sekretaris Mahkamah Agung, PNS MA, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Direktur PT. Metropolitan Tirta Perdana, Sekretaris Paramount Land, Advokat Cakra & Co Acvocate & Legal Consultant juga pihak Swasta lainnya.

Diketahui Eddy Sindoro terjerat kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak akhir 2016 lalu.

Kasus ini bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada April 2016. Saat itu status tersangka disematkan kepada panitera PN Jakpus Edy Nasution dan pegawai PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno, orang kepercayaan Eddy Sindoro.

Baca juga: KPK Kembali Panggil 4 Anggota Polri dalam Perkara Eddy Sindoro

Dalam prosesnya, KPK kemudian melakukan pengembangan perkara dan menetapkan status tersangka kepada Eddy Sindoro pada 23 Desember 2016. KPK menduga Eddy telah menyuap Edy Nasution sebesar Rp 150 juta.

Suap diberikan agar Edy mau menunda proses peringatan eksekusi untuk PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) dan menerima pendaftaran pengajuan Peninjauan Kembali PT Across Asia Limited (AAL) meski batas pengajuan sebenarnya sudah lewat menurut undang-undang.

Diketahui PT MTP dan PT AAL merupakan anak perusahaan di bawah naungan Lippo Group.

Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati

Berita Terkait: