Pantau Flash
Tingkatkan Kepatuhan Penjual Rokok dan Masyarakat, Bea Cukai Gelar Operasi Pasar
Wapres Akui Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Lamban
Bamsoet Ingatkan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ketahanan Pangan
Menparekraf Ajak Pramuwisata Tingkatkan Pemahaman Tentang Pariwisata Berkelanjutan
Jadi Lokasi Penembakan dan Langgar Prokes, Kafe RM Ditutup Permanen

KPK Serahkan Mandat, Pengamat: Pengunduran Diri Secara Tidak Langsung

KPK Serahkan Mandat, Pengamat: Pengunduran Diri Secara Tidak Langsung Gedung KPK. (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Pengamat politik dari FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai sikap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan tanggung jawab pengelolaan alias mandat kepada Presiden Joko Widodo secara tak langsung malah terlihat sebagai pengunduran diri.

"Mereka secara tidak langsung sebenarnya ingin mengundurkan diri atas kekisruhan ini," katanya, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Sabtu 14 September 2019.

Baca Juga: Anggota Komisi III: Pimpinan KPK Ingin Permalukan Presiden

Mereka memilih menggunakan bahasa-bahasa satire yang sebenarnya merupakan ekspresi kekecewaan pimpinan KPK.

Kalau pengunduran diri itu disampaikan secara langsung, kata dia, bisa dianggap mengkhianati amanah dan kepercayaan karena masa jabatannya baru habis Desember 2019.

"Kan baru terjadi sekarang, komisioner menyerahkan segala kewenangan dan keputusan kepada Presiden," ungkapnya.

Menurutnya, Presiden tidak punya pilihan lain, kecuali memberhentikan secara resmi komisioner KPK yang telah menyerahkan mandat, dan segera melantik komisioner yang baru saja terpilih.

"Ya, yang paling mungkin memberhentikan komisioner yang menyerahkan mandat ini dan kemudian segera melantik temen-temen terpilih. Kan ga ada pilihan lagi," tuturnya.

Langkah mempertahankan pimpinan lama KPK sampai Desember 2019 juga akan percuma, lanjut dia, sebab mereka sudah tidak merasa nyaman memimpin lembaga antirasuah itu.

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mundur dan menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Agus Rahardjo: Dengan Berat Hati Pengelolaan KPK Dikembalikan ke Presiden

"Dengan berat hati, hari ini Jumat 13 September 2019 kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Terkait hal itu, Agus menyatakan pihaknya akan menunggu perintah Presiden apakah masih akan dipercaya sampai bulan Desember 2019.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: