Pantau Flash
Selamat! Lifter Muda Indonesia Pecahkan 2 Rekor Dunia
Polisi Pastikan Arus di Tol Cipularang Arah Jakarta Sudah Kembali Normal
Kematian Akibat Korona di China Capai Angka 1.770 Jiwa
Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Diterjang Banjir dan Longsor
China Luncurkan Produksi Obat Anti Virus Korona Pertama

KPK Sita 12 Kendaraan Milik Mantan Bupati Hulu Sungai Tengah

Headline
KPK Sita 12 Kendaraan Milik Mantan Bupati Hulu Sungai Tengah Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 12 kendaraan milik mantan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif. KPK menduga kendaraan itu didapat Abdul dari hasil penerimaan suap oleh Direktur PT Menara Agung Pusaka Donny Witono terkait proyek pengerjaan di Kabupaten HTS, Kalimantan Selatan. 

"Dalam proses penyidikan TPPU dengan tersangka ALA, Bupati Hulu Sungai Tengah, pada hari Rabu dan Kamis kemarin (15-16 Mei 2019). KPK melakukan penyitaan terhadap 12 kendaraan yang diduga diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (17/5/2019). 

Baca juga: Mendagri Instruksikan Pejabat Daerah Tolak Bingkisan Lebaran

Febri mengungkapkan dari seluruh kendaraan, lima di antaranya berupa mobil diserahkan oleh sejumlah perwakilan ormas keagamaan di HST.

"Kami menyampaikan terima kasih atas inisiatif yang baik tersebut. Selanjutnya mobil yang diserahkan tersebut kami sita sebagai bagian dari berkas perkara TPPU ini," katanya. 

Sementara tujuh kendaraan lainnya berupa mobil truk molen yang disita dari pihak PT. Sugriwa Agung. Setelah disita, seluruh kendaraan tersebut saat ini disimpan di Rupbasan Martapura.

Baca juga: Bupati Talaud Sebut Penangkapannya Sebagai Pembunuhan Karakter

Diketahui, Abdul Latif telah berstatus terpidana dalam kasus suap yang ia terima dari Donny Witono. Abdul dihukum penjara selama enam tahun dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan karena terbukti menerima suap sebanyak Rp3,6 miliar. 

KPK kemudian menduga suap tersebut digunakan Abdul untuk membeli mobil-mobil tersebut. Abdul pun kembali ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional