Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

KPK Sita Sejumlah Dokumen dari Ruang Kerja dan Rumah Dinas Wahyu Setiawan

KPK Sita Sejumlah Dokumen dari Ruang Kerja dan Rumah Dinas Wahyu Setiawan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Senin (13/1/2020). (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen hasil penggeledahan ruang kerja Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan (WSE) di Gedung KPU, Jakarta Pusat, serta di rumah dinasnya di Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

"Setelah tim penyidik menyelesaikan administrasi izin sita maupun penggeledahan ke Dewan Pengawas KPK, kemudian selanjutnya pada hari ini tadi dilakukan penggeledahan ke dua tempat, yaitu di ruang kerja tersangka WSE dan di rumah dinasnya," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Gedung KPK, Jakarta.

Baca juga: KPK Periksa Ruang Kerja Pimpinan KPU Pasca OTT Wahyu Setiawan

Wahyu merupakan salah satu tersangka tindak pidana korupsi kasus suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI terpilih dari Fraksi PDIP periode 2019-2024.

"Informasi sementara yang kami dapatkan dari tim di lapangan baru saja selesai dan untuk sementara mendapatkan beberapa dokumen yang penting terkait dengan rangkaian perbuatan dari para tersangka," ujar Ali.

Selanjutnya, kata dia, dokumen yang telah disita itu akan dikonfirmasi lebih lanjut terhadap para saksi yang akan dipanggil untuk membuktikan rangkaian perbuatan dari para tersangka dalam proses penyidikan.

"Nanti akan konfirmasi lebih lanjut pada para saksi yang akan dihadirkan oleh penyidik untuk membuktikan rangkaian perbuatan dari para tersangka," ujar Ali.

Baca juga: Penyegelan Ruang Kerja Wahyu Setiawan Ganggu Kinerja KPU?

Saat ditanya apakah tim KPK juga akan menggeledah kantor DPP PDIP Jakarta untuk mencari bukti lainnya, Ali belum bisa mengonfirmasinya lebih lanjut.

"Mengenai tempat-tempat berikutnya yang akan digeledah oleh tim penyidik tentu kami belum bisa menyampaikan tempat-tempat mana yang akan dilakukan upaya paksa penggeledahan. Nanti kami akan infokan kegiatan apa selanjutnya dari tim penyidik setelah malam ini menyelesaikan penggeledahan di dua tempat tersebut," ujarnya lagi.

KPK telah menetapkan empat tersangka terkait tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. Sebagai penerima, yakni Wahyu Setiawan dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Sedangkan sebagai pemberi kader PDIP Harun Masiku (HAR) dan Saeful (SAE) dari unsur swasta atau staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Diketahui, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI Dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah uang tersebut, Wahyu menerima Rp600 juta.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: