Pantau Flash
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal
Dokter Klub Liga Perancis Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif Korona
Pemerintah: Belum Ada Wilayah yang Disetujui untuk Terapkan PSBB

KPU Bantah Rekayasa Situng KPU, Singgung Penangkapan Kreator Hoax

Headline
KPU Bantah Rekayasa Situng KPU, Singgung Penangkapan Kreator Hoax Suasana Sidang MK (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah bahwa Sistem Informasi Penghitungan Perolehan Suara (SITUNG) dirancang untuk memenangkan salah satu paslon tertentu dalam Pilpres 2019. Bantahan itu disampaikan dalam persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Kuasa Hukum KPU RI, Ali Nurdin dalam membacakan jawaban atas pokok permohonan pihak pemohon yakni kubu 02 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

"Tuduhan rekayasa Situng untuk memenangkan salah satu calon adalah tuduhan yang tidak benar atau bohong sebagaimana dikembangkan oleh salah satu pemohon yaitu WN yang baru satu hari yang lalu pada hari Senin kemarin ditangkap Bareskrim Polri karena telah menyebarkan berita bohong bahwa server KPU bocor di-setting memenangkan paslon Jokowi-Ma'ruf Amin dengan menjaga kemenangan pihak terkait sebesar 57 persen," kata Ali.

Baca juga: Sidang Sengketa Pilpres di MK, KPU: Link Berita Bukan Alat Bukti!

KPU melalui Ali mengatakan, bahwa pihak paslon 02 tidak pernah mempersoalkan proses perhitungan suara di TPS-TPS dan rekapitulasi hasil penghitungan suara secara manual di tingkat kecamatan yang menjadi dasar penetapan penghitungan perolehan tingkat nasional.

Adapun Ali dan pihaknya menegaskan, pencatatan data pada Situng KPU bukan merupakan sumber data rekapitulasi berjenjang yang menjadi dasar penghitungan perolahan suara pada tingkat nasional . 

"Karena pengelolaan data pada Situng KPU hanya merupakan alat bantu yang berbasis teknologi informasi untuk mendukung akuntabilitas kinerja dalam pelaksanaan tahapan penghitungan rekapitulasi serta penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 sebagaimana ditegaskan dalam keputusan Termohon 536 tahun 2009 tentang petunjuk penggunaan Situng. Dengan demikian, pemohon telah keliru atau gagal paham dalam menempatkan Situng pada proses penghitungan rekapitulasi hasil penghitungan suara," tandasnya.

Baca juga: KPU Sebut Dalil Paslon 02 Menang 52 Persen Tidak Jelas Dasarnya

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: