Kritik Revitalisasi Halte Bundaran HI, Ketua DPRD DKI: Jangan Lupakan Sejarah!

Headline
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, diwawancarai awak media di gedung DPRD DKI, Senin (12/9/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Pantau – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang terus melanjutkan revitalisasi Halte Transportasi Jakarta (Transjakarta) Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat. Padahal, menurutnya, proyek tersebut menuai polemik karena dinilai menutupi Patung Selamat Datang yang berstatus Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Prasetyo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seharusnya mengingat pesan Presiden Pertama RI Soekarno tentang sejarah.

“Bung Karno pernah berpesan, ‘Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!’. Harusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga dengan baik wejangan tersebut dalam pelaksanaan pembangunan termasuk revitalisasi halte Transjakarta Bundaran HI,” tulis Prasetyo dalam akun Instagram resminya, Senin (3/10/2022).

Prasetyo menyatakan, monumen tersebut tidak sekadar pajangan belaka, melainkan sebagai bentuk kesiapan Tanah Air terhadap kesiapan menggelar perhelatan pesta olahraga Asian Games pada tahun 1962 silam.

“Dengan gambaran sejarah tersebut, kemudian apa sepadan jika arah lambaian tangan sepasang manusia pada Monumen Selamat Datang sengaja dihalangi dengan alibi revitalisasi?” tutur Prasetyo.

Ia memastikan, DPRD DKI Jakarta akan segera memanggil PT Transjakarta serta satuan kerja perangkat daerah (SPKD) terkait untuk menjelaskan polemik pembangunan Halte Bundaran HI.

“Pemanggilan ini dilakukan karena banyak pihak yang merasa kecewa dengan revitalisasi halte tersebut,” tegasnya.

Tim Pantau
Reporter
Aditya Andreas
Editor
M. Abdan Muflih
Penulis
Aditya Andreas