Kronologi Kasus Ferdinand Hutahaean hingga Dijebloskan ke Sel Tahanan

Headline
Ferdinand HutahaeanFerdinand Hutahaean

Pantau.com – Ferdinand Hutahaean ditetapkan menjadi tersangka kasus ujaran kebencian bernuansa SARA. Eks politikus Partai Demokrat itu pun langsung ditahan di rutan Mabes Polri selama 20 hari ke depan dengan alasan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Kasus bermula dari cuitan Ferdinand di akun twitter pribadinya. Dia menulis, “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dia lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela.”

Cuitan itu dibuat Selasa, 4 Januari 2022. Tak butuh waktu lama, gelombang protes dan kemarahan warganet bermunculan. Bahkan, tagar #TangkapFerdinand sempat menempati posisi trending topic pada Rabu, 5 Januari 2022.

Meski “menghilang” di akun twitter Ferdinand, namun cuitan itu kadung viral dan menjadi konsumsi publik. Bahkan, screenshot cuitan menjadi bukti kepolisian mengusut kasus.

Ada yang protes di media sosial, ada juga yang melaporkan Ferdinand ke kepolisian. Salah satunya dilakukan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pratama. Ferdinand dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan Haris itu tertuang dalam LP/B/0007/I/2022/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 5 Januari 2022. Haris melaporkan akun twitter @FerdinandHaean3.

Tim Bareskrim Polri bergerak cepat. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Total ada 38 saksi yang diperiksa. Dari 38 itu, 21 di antaranya saksi ahli. Ada saksi ahli bahasa, saksi agama, saksi ahli hukum pidana, saksi sosiologi, saksi ahli Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Semua dilakukan untuk memutuskan apakah cuitan Ferdinand melanggar hukum atau tidak. 

Pemeriksaan terhadap Ferdinand pun dilakukan, Senin, 10 Januari 2022. Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengatakan Ferdinand diperiksa mulai pukul 10.30 WIB hingga 21.30 WIB.

“Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, kita juga berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terdahulu, 17 saksi, 21 saksi ahli, jadi totalnya 38 saksi, dan didasari barang bukti yang ada, penyidik maupun tim penyidik melakukan gelar perkara. Penyidik menyimpulkan dan memutuskan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka,” ujar Ramadhan, Selasa, 11 Januari 2022.

Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 peraturan hukum pidana UU Nomor 1 Tahun 1946. Kemudian, Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Ancamannya secara keseluruhan 10 tahun penjara.

Setelah dinaikkan statusnya, tak lama kemudian Ferdinand kembali diperiksa, tapi kali ini sebagai tersangka. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, kemudian dilakukan penahanan. Ferdinand ditahan di rutan Mabes Polri selama 20 hari penahanan penyidikan.

rn

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan