Kronologi Pelakor Dibunuh Karena Suami Berencana Ceraikan Setelah Lebaran

Headline
Dini Nurdiani, wanita yang ditemukan tewas di Cibubur, Bekasi.Dini Nurdiani, wanita yang ditemukan tewas di Cibubur, Bekasi.

Pantau.com – Tertegun, mungkin itu reaksi pertama yang dirasakan Neneng Umaya secara diam-diam membaca isi pesan di aplikasi WhatsApp di ponsel suaminya berinisial ID (27). Hancur lebur hatinya melihat suaminya melirik wanita lain Dini Nurdiani (26).

Suaminya ID terciduk menjalin hubungan kasih dengan Dini rekan kerjanya. Perebut Laki Orang (Pelakor) Dini tewas ditangan Neneng Umaya istri sah ID. Pernikahan mereka telah dikarunia 3 anak yang masih kecil-kecil.

Senin (25/4/2022), perempuan 24 tahun itu membaca pesan perempuan lain yang tidak dikenalnya menanyakan perihal kapan suami akan menceraikannya. Suaminya lantas membalas akan menceraikan Neneng setelah Lebaran.

”Perlu enggak saya antarkan ke pengadilan?” lanjut perempuan yang merupakan kerabat kerja A sebagai petugas kebersihan di kantor di daerah Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Melihat pesan dari Dini itu, Neneng naik pitam. Ia kemudian membalas pesan Dini dengan berpura-pura menjadi suaminya. Pada saat itu, rencana untuk mengakhiri hubungan perselingkuhan itu pun terlintas. Neneng ingin membunuh Dini. Ia pun memikirkan cara agar bisa menemui Dini secepat mungkin.

Dalam kesempatan sempit, ia berkirim pesan kepada Dini agar pergi ke daerah Bekasi besok harinya. Neneng pun merencanakan kegiatan buka puasa bersama dan ia akan berpura-pura menjadi keponakan ID yang nanti menjemput Dini. Selasa (26/4/2022) sore.

Neneng menunggu Dini di Halte Garuda Taman Mini, Makassar, Jakarta Timur, dengan sepeda motornya. Dini, warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang datang dengan transportasi daring pun menemui Neneng yang tidak pernah ia lihat batang hidungnya. Dini percaya Neneng adalah keponakan laki-laki selingkuhannya empat bulan terakhir berhubungan.

Berdua, mereka pergi ke arah selatan. Sesuai rencana yang telah diatur Neneng, mereka pergi ke kawasan perumahan Citra Grand Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Di sana, Neneng membawa Dini ke sebuah lahan kosong yang tidak jauh dari Sungai Cikeas. Neneng hafal dengan lokasinya karena ia kerap melewatinya bersama sang suami.

Lokasi itu berjarak sekitar 10 kilometer dari kediaman Neneng di Cipayung, Jakarta Timur. Setelah berhenti di tanah kosong yang cukup berjarak dari perumahan, Neneng izin untuk membeli minuman untuk berbuka puasa. Neneng pun kembali datang dengan membawa peralatan yang ia siapkan untuk membunuh perempuan 26 tahun itu.

Dini yang menunggu Neneng dengan bermain ponsel tidak mengantisipasi kedatangan Neneng yang telah mengayunkan sebuah kunci inggris ke kepalanya. Alat tersebut ia pukulkan beberapa kali hingga Dini tumbang tidak sadarkan diri.

Setelah itu, Neneng mengeluarkan bekal alat pemotong rumput yang ia bawa untuk menganiaya Dini hingga tewas. Dalam kondisi bersimbah darah, tubuh Dini diseret Neneng ke arah semak-semak di pinggir sungai. Ia lalu melepas pakaian Dini dan menggantinya dengan pakaian bersih.

Hilang beberapa hari Setelah peristiwa pembunuhan berencana itu, keluarga Dini melaporkan kejadian ke Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, karena Dini hilang tanpa kabar selama beberapa hari. Kepada keluarga, Dini terakhir kali berkabar pergi untuk buka bersama temannya.

Secara terpisah, Jumat (29/4/2022), Polsek Jatisampurna mendapatkan laporan temuan mayat yang mengambang di Sungai Cikeas. Mayat perempuan yang membengkak dan berbau busuk itu ditemukan warga yang tengah mencari biawak di tebing Sungai Cikeas Jawa Barat.

Lokasi itu sekitar 4 kilometer ke arah utara dari titik jasad Dini dibuang. Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Ardhie Demastyo saat dihubungi, Senin (16/5/2022), mengatakan, mereka mencocokkan laporan itu dengan laporan orang hilang di wilayah Cengkareng. Benar saja, mayat yang ditemukan adalah mayat Dini.

”Keluarga korban sudah mencari ke mana-mana. Kami melakukan penyelidikan dengan adanya laporan orang hilang. Kami urutin keterangan saksi dan bekerja sama dengan Polres Bekasi setelah adanya penemuan mayat hingga kami bisa mengerucut ke pelaku,” katanya.

Kini, Neneng ditahan di Pores Metro Bekasi Kota yang mengambil alih penanganan perkara kasus tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Ivan Adhitira mengatakan, pihaknya masih akan mendalami kasus untuk mengungkap motif sebenarnya.

”Kalau motif cemburu itu, kan, dugaan awal. Kami harus ngomong secara komprehensif karena saya ingin kasih tau beneran bahwa motifnya begini lho ceritanya begini-begini,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni