Pantau Flash
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal
Dokter Klub Liga Perancis Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif Korona
Pemerintah: Belum Ada Wilayah yang Disetujui untuk Terapkan PSBB

Kuasa Hukum Permadi Minta Penyidik Pertimbangkan Kesehatan Kliennya

Kuasa Hukum Permadi Minta Penyidik Pertimbangkan Kesehatan Kliennya Politisi Gerindra Permadi dan kuasa hukum (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Kuasa hukum Permadi, Hendarsam Marantoko meminta kepada penyidik untuk mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan kliennya itu. Hal itu berkaitan dengan proses pemeriksaan terkait kasus dugaan makar atas kata 'Revolusi'.

Sebab, pada pemeriksaan sebelumnya tepatnya pada Senin, 20 Mei 2019, Permadi diperiksa cukup lama sekitar 8 jam atas dua laporan yang berbeda.

"Kita mohon polisi penyidik mempertimbangkan kondisi dan usia daripada beliau karena minggu lalu, diperiksa maraton untuk dua LP," kata Hendarsam di Polda Metro Jaya, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Jalani Pemeriksaan Soal Makar, Permadi Singgung Revolusi Soekarno

Terkait dengan usia kliennya, sambung Hendarsam, penyidik juga diminta untuk memperhitungkan waktu pemanggilan. Sebab, dengan usia Permadi yang terbilang cukup senior itu membutuhkan waktu pemulihan kondisi yang cukup lama untuk dapat menghadiri pemeriksaan.

"Usia sudah jalan 80 tahun ini. Kami minta supaya penyidik bijak dan arif dalam menyidik perkara tersebut," ungkap Hendarsam.

Meski demikian, Hendarsam menegaskan bahwa pihaknya akan tetap kooperatif dengan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus dugaan makar itu.

Untuk itu, penyidik diminta agar mengatur jadwal pemeriksaan agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam perkara itu.

"Tapi prinsipnya kami kooperatif tapi jangan sampai merugikan kedua belah pihak lah. Tidak dianggap menghalangi penyidikan, polisi juga tidak merugikan klien kami dalam menghadapi kesehatannya saat ini," tegas Hendarsam.

Untuk diketahui, Permadi telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 Mei 2019, terkait ucapannya yang menyebut kata 'revolusi'.

Selain itu, laporan terhadap Permadi juga dilakukan oleh Politisi PDI P bernama Stefanus Asat Gusma dan Josua Viktor selaku Ketua Yayasan Bantuan Hukum Kemandirian Jakarta.

Laporan Stefanus diterima polisi dalam nomor laporan LP/2885/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Sementara laporan Josua diterima polisi dalam nomor laporan LP/2890/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.

Baca juga: Permadi Gerindra Sebut Video Revolusinya Tidak Lengkap dan Dipotong

Untuk pasal yang diterapkan dalam kedua LP itu adalah pasal dugaan makar yang masuk dalam Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP Junto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 4 Junto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana

Berita Terkait: