Kuasa Hukum Tegaskan Beras Rusak yang Dikubur di Depok itu Milik JNE

Headline
Beras bansos ditimbun di Sukma Jaya Depok Jawa Barat. (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Kuasa Hukum JNE Anthony Djono menegaskan bahwa beras yang dikubur tanah di Depok, Jawa Barat, itu bukan beras bansos, melainkan beras milik pihak JNE.

“Beras yang saudara lihat, yang dikubur bukan beras bansos itu adalah beras milik JNE,” kata Anthony saat dikonfirmasi pada Kamis (4/8/2022).

Adapun alasan dikubur, lanjut Anthony, karena kondisi beras tersebut sudah rusak setelah diambil dari gudang bulog.

Oleh karena itu, pihak JNE pun mengubur beras-beras rusak itu karena sudah tak layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kenapa dikubur? Karena berasnya sudah rusak. Setelah dari gudang bulog diambil, kena hujan sehingga berjamur dan sudah tidak layak konsumsi tidak mungkin beras rusak kita salurkan ke masyarakat,” ungkapnya.

Kemudia, ia kembali menegaskan jika pihak JNE akan bertanggung jawab atas hal tersebut dengan mengganti semua beras yang sudah rusak.

“Kami bertanggung jawab, kita ganti semua yang rusak,” pungksnya.

Diberitakan sebelumnya, iral penemuan sejumlah karung bera diduga bekas bantuan sosial (bansos) ditimbun dalam tanah lapang Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Dilaporkan, beras-beras itu menyebarkan bau busuk.

Video ini diunggah beberapa akun Instagram, salah satunya @kabarnegri, Minggu (31/7/2022). Tampak dalam video pendek tersebut, beras-beras itu ditimbun dalam tanah dan dibungkus karung berukuran 20 kilogram, bahkan ada yang ditutup terpal biru.

Dikabarkan, beberapa karung beras itu bertuliskan ‘Beras Kita’. Tampak karung-karung beras ada yang sebagian terbuka dan memperlihatkan beras sudah membusuk.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih