‘Kubu Sudding’ Buka-bukaan Oesman Sapta Odang Gelapkan Uang Partai Rp200 Miliar

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (Foto: Facebook/Oesman Sapta)Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (Foto: Facebook/Oesman Sapta)

Pantau.com – Polemik di tubuh Partai Hanura terus berlanjut. Hanura kubu Ketua Umum versi Munaslub Marsekal Madya (Purn) Daryatmo yang dikomandoi Sarifuddin Sudding meminta Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) untuk mencabut Surat Keputusan versi Oesman Sapta Odang (Oso).

Wakil Ketua DPP Partai Hanura ‘kubu Daryatmo’, Sudewo mengatakan akan memberhentikan Oso secara tidak hormat karena terindikasi menggunakan kekuasaan sebagai Ketua Umum untuk menarik uang dari berbagai pihak.

“Kami DPP dibawah kepemimpinan pak Daryatmo dan Syarifuddin Sudding sebagai ketua umum dan sekjen akan memberhentikan secara tidak hormat kepada bapak Oesman Sapta, karena fakta telah mengatakan terindikasi kuat pak Oesman Sapta melakukan pelanggaran keuangan partai menggunakan kekuasaannya sebagai ketua umum untuk menarik uang dari berbagai pihak untuk dimasukkan kepada rekening pribadinya kepada rekening Oso sekuritas,” ujarnya saat jumpa pers di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Baca juga: Yasonna Laoly Soal Konflik Hanura: Wiranto Harus Temui Oso dan Gede Pasek

Sudewo menambahkan, pihaknya akan melaporkan dugaan penyimpangan keuangan yang masuk ke Oso Sekuritas melalui jalur hukum ke Mabes Polri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami akan melaporkan dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan Pak Oesman Sapta yang pada saat itu masih sebagai Ketua Umum kepada mabes polri biar menjadi ranah hukum untuk melakukan proses ini kepada pak Oesman Sapta, dan juga melaporkan pada OJK otoritas jasa keuangan agar OJK melakukan penyelidikan dan penyidikan asal usul uang tersebut yang masuk kepada Oso sekuritas,” terangnya.

Sudewo menegaskan pihaknya sudah memiliki bukti terkait rencana pelaporan tersebut. Dia menambahkan, akan segera menyerahkan laporan penyimpangan keuangan tersebut baik kepada Mabes Polri maupun OJK. “Kami tentu sudah punya alat bukti, bukti transfer kepada Oso sekuritas ity sudah ada buktinya, sudah ada datanya, jadi transfer kepada Oso sekuritas semua sudah kami pegang,” katanya.

“Sesegera mungkin, ini sedang dipersiapkan oleh tim hukum,” imbuhnya.

Baca juga: Cerita Loyalis OSO Nyaris Dijebak Oleh Kubu Sarifuddin Cs

Ia membeberkan, nilai dana yang diduga masuk ke rekening pribadi Oso bervariasi hingga jumlahnya berkisar hingga Rp200 Milyar. Ia bahkan menyebutkan dana berasal dari kepala daerah yang akan mencalonkan diri, DPR RI hingga DPRD.


“Kisaran bervariasi, kisaran ada Rp.200 milyar yang diduga dia ambil dari calon-calon kepala daerah yang langaung berhubungan dengan Ketua Umum, ada juga dana Kesbangpol, ada juga partisipasi anggota DPR RI, DPRD Daerah,” tuturnya.


Ia menambahkan dana tersebut diketahui masuk ke rekening Oso Sekuritas dari Wakil Bendahara umum Partai Hanura, Benny Prananto atas perintah Oso saat menjabat Ketua Umum.


“Masuk ke rekening Oso Sekuritas itu dari Pak Beny Prananto transfer ke rekening itu, Pak Beny itu dulunya sebagai Wakil Bendahara Umum yang mendapat perintah dari Pak Oesman Sapta utk mengambil memasukkan uang itu,” katanya.

“Kumulatifnya kira-kira segitu (jumlahnya) diduga besar dari situ jumlahnya saya tidak tau persis waktu-waktunya, tapi yang jelas masuk ke situ ada waktunya ada datanya,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta