Lagi-lagi, Pemilik Pondok Pesantren di Banyuwangi Cabuli dan Perkosa 6 Santrinya

Headline
Ilustrasi Pencabulan (Foto: Pixabay)Ilustrasi Pencabulan (Foto: Pixabay)

Pantau – Lagi-lagi, seorang pengasuh pondok pesantren mencabuli 6 santrinya. Kali ini terjadi di pondok pesantren Banyuwangi. Pelaku berinisial FZ.

“Korban ada 6 orang. Lima perempuan dan satu laki-laki. Mereka dicabuli dan disetubuhi oleh pelaku berinisial F, pemilik ponpes,” ujar salah satu keluarga korban, Priyo Prasetyo, Jumat (24/6/2022).

Priyo menjelaskan, dari keenam korban, dua sudah disetubuhi. Empat lainnya engalami pelecehan seksual. Aksi pelaku dilakukan sejak Oktober 2021 hingga Mei 2022.

Modus pelaku dalam melancarkan aksinya adalah memanggil korban satu per satu untuk diperiksa keperawanannya langsung pada bagian alat vital.

Saat beraksi, pelaku memberikan makanan dan minuman diduga sudah dicampur obat penenang. Sehingga korban tidak dapat melawan.

Selain mencabuli, pelaku juga memperkosa dua santri lainnya yang masih di bawah umur. Namun saat aksinya ketahuan, pelaku mengaku sudah menikahi para korban secara siri.

“Dinikahi tanpa wali. Pengakuan kedua korban sudah tiga kali aksi persetubuhan itu terjadi,” katanya.

Para santri yang jadi korban diminta tutup mulut. Mereka diancam tidak mendapat berkah dan dikeluarkan jika sampai memberitahu ke orang lain.

“Ancaman itu bilangnya begini, ‘ini sudah panggilan, kamu biar dapat berkah. Pokoknya manut. Jangan berita, kalau cerita kamu tahu marahnya saya gimana‘.” ujar Priyo menirukan keterangan korban.

Aksi bejat pelaku diketahui setelah orangtua salah satu korban curiga dengan perubahan pada anaknya. Setelah ditelusuri, korban mengaku telah dicabuli pelaku di ponpes.

Priyo berharap polisi berani dan adil dalam mengungkap kasus ini, sebab pelaku ini merupakan mantan pejabat di Banyuwangi.

“Beliau adalah mantan anggota DPRD Banyuwangi dan mantan anggota DPRD Provinsi Jatim,” kata Priyo.

Tahap penyidikan

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarna Praja, mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap santri ini sudah masuk tahap penyidikan.

Agus menyatakan pihaknya sudah menerima pelaporan kasus ini sejak seminggu lalu. “Kami tingkatkan menjadi penyidikan,” ujar Agus dilansir detikcom.

Saat ini pihaknya sudah melengkapi berkas dan barnag bukti. Sebanyak 8 saksi dan semua korban sudah diperiksa. Begitu juga hasil visum korban sudah dikantongi.

Menurut Agus, para korban yang dicabuli dan diperkosa pelaku masih di bawah umur. Aksi bejat pelaku dilakukan di luar jam sekolah, di dalam sebuah kamar.

“Mereka dipanggil ke dalam ruangan seperti kamar dan kemudian dikunci. Pelaku kemudian melakukan pencabulan dan persetubuhan. Rata-rata usia korban 16 sampai 17 tahun,” jelasnya.

Rencananya, Senin pekan (27/6/2022), polisi akan memeriksa pelaku.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan